KLIKINAJA – Kerusakan serius terjadi di ruas jalan nasional yang menghubungkan Sungai Penuh dengan Tapan. Jalan di kawasan KM 4 Puncak di laporkan mengalami amblas dan retakan besar yang hampir mencapai setengah badan jalan.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran para pengendara yang melintas di jalur penghubung antara Provinsi Jambi dan Sumatera Barat itu. Kerusakan yang cukup parah membuat kendaraan harus melintas dengan ekstra hati-hati untuk menghindari risiko kecelakaan.
Peristiwa ini mulai ramai di perbincangkan setelah sebuah video beredar di media sosial Facebook. Rekaman tersebut di unggah oleh akun bernama Mat Daulani Senin (9/03/2026) kemarin dan memperlihatkan kondisi jalan yang mengalami penurunan serta retakan panjang di sepanjang permukaan aspal.
Dalam video itu tampak sebagian badan jalan yang sudah bergeser dan retak, menandakan kondisi tanah di bawahnya tidak lagi stabil. Situasi tersebut membuat jalur tersebut cukup berbahaya, terutama bagi kendaraan besar yang melintas.
“Kondisi jalan di KM 4 Puncak terlihat sudah turun cukup dalam dan retaknya memanjang. Pengendara yang melintas harus lebih berhati-hati,” ujar seorang warga dalam video yang beredar.
Tak hanya memperlihatkan kerusakan jalan, rekaman tersebut juga menampilkan sebuah truk besar yang terperosok di bagian jalan yang amblas. Kendaraan itu tampak miring karena roda salah satu sisinya terjebak di area yang mengalami penurunan.
Di sekitar lokasi juga terlihat satu unit alat berat yang berada di area tersebut. Keberadaan alat tersebut di duga untuk membantu proses penanganan awal atau mengamankan jalur agar tetap bisa di lalui kendaraan.
“Di lokasi juga terlihat satu truk besar yang terjebak akibat kondisi jalan yang sudah tidak stabil,” ungkap warga yang merekam kejadian tersebut.
Pengendara Diminta Lebih Waspada
Kerusakan jalan di kawasan KM 4 Puncak membuat pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan. Pengendara yang melintas di jalur ini di imbau untuk mengurangi kecepatan serta memperhatikan kondisi permukaan jalan yang retak.
Beberapa bagian badan jalan di ketahui telah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Jika di lalui dengan kecepatan tinggi, kondisi ini berpotensi menyebabkan kendaraan kehilangan kendali.
Jalur Sungai Penuh–Tapan sendiri di kenal sebagai salah satu akses penting yang menghubungkan wilayah Jambi dengan Sumatera Barat. Setiap hari jalur tersebut di lintasi kendaraan pribadi, bus, hingga truk logistik yang membawa berbagai kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap pengendara yang melintas bisa lebih berhati-hati karena kondisi jalannya memang sudah cukup mengkhawatirkan,” kata salah seorang pengendara.
Kerusakan jalan di kawasan pegunungan seperti Puncak kerap di picu oleh faktor alam, terutama curah hujan tinggi yang menyebabkan pergerakan tanah. Struktur tanah yang labil dapat membuat badan jalan perlahan turun hingga akhirnya retak dan amblas.
Warga Minta Pemerintah Segera Perbaiki
Sejumlah pengguna jalan berharap pemerintah bersama dinas terkait segera melakukan penanganan permanen terhadap ruas jalan yang rusak tersebut. Perbaikan di nilai mendesak karena jalur tersebut merupakan akses vital antarprovinsi.
Kekhawatiran semakin meningkat karena dalam waktu dekat arus kendaraan di prediksi akan meningkat, terutama menjelang musim mudik Lebaran. Jika kerusakan tidak segera di tangani, di khawatirkan kondisi jalan akan semakin parah.
Apalagi jalur Sungai Penuh–Tapan menjadi salah satu rute favorit masyarakat yang bepergian dari Jambi menuju wilayah pesisir Sumatera Barat.
“Kami berharap pemerintah bisa segera memperbaiki jalan ini karena sebentar lagi arus mudik akan meningkat dan jalur ini cukup ramai di lalui kendaraan,” ujar seorang pengguna jalan.
Perbaikan cepat di nilai penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan distribusi logistik antarwilayah tetap berjalan lancar.(Tim)









