KLIKINAJA – Arus lalu lintas di jalur Puncak yang menghubungkan Sungai Penuh dengan wilayah Tapan sempat lumpuh total setelah badan jalan di kawasan KM 8–10 mengalami kerusakan parah pada Senin sore (9/3/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.45 WIB ketika sebagian permukaan aspal tiba-tiba retak dan ambles. Struktur jalan yang tidak lagi stabil membuat sebagian badan jalan longsor ke arah jurang di sisi jalur pegunungan tersebut.
Kondisi ini langsung menghentikan arus kendaraan dari dua arah. Mobil pribadi, kendaraan angkutan barang, hingga truk besar tidak dapat melintas karena bagian jalan yang rusak di nilai membahayakan.
Di tengah situasi tersebut, sebuah truk fuso yang sedang melintas di laporkan ikut terperosok setelah roda kendaraan masuk ke bagian jalan yang ambles. Insiden itu semakin memperparah kondisi lalu lintas karena jalur tersebut merupakan salah satu akses penting penghubung antarwilayah.
Jalur Sungai Penuh–Tapan sendiri di kenal sebagai rute strategis bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Selain menjadi jalur distribusi logistik, jalan ini juga sering di lalui kendaraan antarprovinsi yang menghubungkan wilayah Jambi dengan daerah pesisir di Sumatera Barat.
Kerusakan jalan di kawasan perbukitan memang kerap di picu oleh curah hujan tinggi yang memicu pergerakan tanah. Kondisi geografis yang berada di lereng dan dekat jurang membuat ruas jalan ini cukup rentan mengalami retakan maupun longsor.
Jalur Dibuka Kembali Secara Terbatas
Petugas yang berada di lokasi kemudian melakukan penanganan darurat untuk mengurangi risiko dan membuka kembali akses lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Kerinci, IPTU Into Sujarwo, S.A.P., menyampaikan bahwa setelah di lakukan penanganan sementara, kendaraan akhirnya dapat kembali melintas sekitar pukul 22.30 WIB.
“Alhamdulillah, arus lalu lintas sudah mulai di buka setelah di lakukan penanganan sementara di lokasi jalan yang ambruk,” ujar IPTU Into Sujarwo.
Meski jalur tersebut sudah bisa di gunakan kembali, pihak kepolisian menegaskan bahwa kondisi jalan masih belum sepenuhnya aman. Pengendara di minta meningkatkan kewaspadaan saat melewati kawasan tersebut.
Petugas juga tetap bersiaga di lokasi untuk mengatur arus kendaraan dan memastikan lalu lintas tetap berjalan tertib.
“Kami mengimbau para pengendara untuk berhati-hati dan mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama saat melintasi jalur tersebut,” tambahnya.
Masyarakat yang melintas di jalur Puncak Sungai Penuh juga di sarankan mengurangi kecepatan kendaraan, terutama saat malam hari atau ketika cuaca hujan. Permukaan jalan yang sempat rusak berpotensi menimbulkan bahaya jika di lalui tanpa kewaspadaan.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait di harapkan segera melakukan perbaikan permanen agar jalur vital tersebut kembali aman dan dapat di gunakan secara normal oleh masyarakat.(Tim)









