KLIKINAJA.COM – Setelah sempat lumpuh selama hampir tiga pekan akibat serangan siber, layanan Mobile Banking dan ATM Bank Jambi kini mulai memasuki tahap uji coba. Pengujian sistem di lakukan sejak malam sebelumnya sebagai bagian dari proses pemulihan layanan perbankan bagi ribuan nasabah.
Langkah ini di lakukan untuk memastikan seluruh infrastruktur digital kembali berjalan stabil sebelum di buka sepenuhnya kepada masyarakat. Pemerintah Provinsi Jambi ikut memantau langsung proses pemulihan tersebut agar layanan transaksi perbankan dapat segera normal.
Gubernur Jambi, Al Haris, menyebutkan bahwa uji coba di lakukan oleh pihak Bank Jambi bersama vendor teknologi yang menangani sistem perbankan digital.
“Semalam saya cek mereka sedang melakukan uji coba Mobile Banking dan ATM. Mudah-mudahan dalam dua hari ini sudah bisa kembali di gunakan oleh masyarakat,” ujar Al Haris, Kamis (12/3/2026) kemarin.
Layanan tersebut sebelumnya di hentikan sementara setelah sistem Bank Jambi diretas oleh pihak tak bertanggung jawab. Insiden tersebut di duga menyebabkan kerugian hingga Rp143 miliar yang berasal dari sekitar 6.000 rekening nasabah.
Untuk memulihkan operasional, sejumlah persyaratan teknis dari otoritas perbankan harus di penuhi. Beberapa komponen sistem bahkan di ganti demi meningkatkan keamanan dan mencegah gangguan serupa terulang.
“Apa yang di minta Bank Indonesia sudah kita penuhi. Ada beberapa komponen yang harus diganti dan semuanya sudah di lakukan,” kata Al Haris.
Vendor teknologi yang bertanggung jawab terhadap layanan digital bank kini terus menjalankan berbagai tahap pengujian sistem. Proses tersebut bertujuan memastikan kesiapan sistem sebelum layanan di buka kembali secara penuh.
“Yang pasti sudah mulai di tes tadi malam dan di coba,” ujarnya.
Pemerintah berharap tahap uji coba berjalan lancar sehingga layanan Mobile Banking dan ATM Bank Jambi dapat kembali di gunakan dalam waktu dekat.
“Semoga tidak ada masalah dan dua hari ke depan sudah bisa di gunakan,” tambahnya.
Penelusuran Dana Rp143 Miliar Terus Berjalan
Di tengah proses pemulihan layanan, pemerintah daerah juga masih menelusuri aliran dana yang hilang akibat peretasan tersebut. Dari total kerugian yang di perkirakan mencapai Rp143 miliar, sekitar Rp19 miliar telah berhasil di lacak.
Dana tersebut di ketahui mengalir ke sejumlah jalur transaksi, termasuk melalui mata uang kripto serta rekening di Bank Permata dan Bank Sahabat Sampoerna.
Pemerintah Provinsi Jambi telah meminta dukungan dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membantu proses penarikan kembali dana tersebut agar kerugian dapat di tekan semaksimal mungkin.
“Kita masih menunggu prosesnya. Mudah-mudahan dana itu bisa segera ditarik kembali ke Bank Jambi,” kata Al Haris.
Gubernur juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing kekhawatiran berlebihan terhadap kondisi Bank Jambi. Pemerintah daerah bersama manajemen bank terus berupaya memastikan keamanan dana nasabah tetap terjaga.
Ia bahkan meminta para kepala daerah di kabupaten dan kota di Provinsi Jambi ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kondisi bank daerah tersebut.
“Kami harap kepala daerah bisa menjelaskan kepada masyarakat bahwa kondisi Bank Jambi tetap baik meskipun sempat terkena musibah siber. InsyaAllah dana masyarakat akan tetap kita lindungi agar tidak ada yang di rugikan,” tegasnya.
Serangan siber terhadap lembaga keuangan memang menjadi ancaman yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Banyak bank kini memperkuat sistem keamanan digital, termasuk penggunaan teknologi enkripsi dan sistem pemantauan transaksi real-time untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.
Kasus yang di alami Bank Jambi menjadi pengingat penting bagi industri perbankan daerah untuk terus meningkatkan sistem keamanan siber. Di sisi lain, nasabah juga di imbau menjaga kerahasiaan data perbankan seperti PIN, password, dan kode OTP agar tidak di salahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dengan proses uji coba yang sedang berlangsung, masyarakat kini menunggu kepastian kapan layanan digital Bank Jambi kembali aktif sepenuhnya sehingga aktivitas transaksi bisa kembali berjalan normal.(Tim)









