KLIKINAJA.COM – Perum Bulog memastikan cadangan pangan nasional, terutama beras dan minyak goreng, berada dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini di sampaikan langsung oleh Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap stabilitas pangan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing membeli kebutuhan pokok secara berlebihan. Menurutnya, stok yang tersedia saat ini berada pada level yang sangat mencukupi sehingga tidak ada alasan untuk melakukan panic buying.
“Dengan kondisi stok yang tersedia saat ini, masyarakat tidak perlu panik atau membeli dalam jumlah berlebihan,” ujarnya.
Pemerintah, kata Rizal, terus memantau dinamika pasokan pangan nasional. Pengawasan dilakukan secara berkala, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan maupun ketika terjadi gejolak situasi geopolitik global yang dapat mempengaruhi rantai pasok komoditas.
Stok Beras Nasional Capai 3,74 Juta Ton
Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini di kelola Bulog tercatat mencapai sekitar 3,74 juta ton. Jumlah tersebut di nilai sangat kuat untuk menjaga ketersediaan beras sekaligus menstabilkan harga di pasar.
Cadangan ini di perkirakan akan terus bertambah dalam beberapa pekan ke depan. Hal tersebut sejalan dengan berlangsungnya musim panen di berbagai daerah serta kegiatan penyerapan gabah dan beras dari petani yang tengah di lakukan secara intensif.
“Dengan adanya panen di sejumlah wilayah dan penyerapan yang terus kami lakukan, stok beras di proyeksikan meningkat. Pada akhir Maret kemungkinan bisa mencapai sekitar 4,5 hingga 5 juta ton,” jelasnya.
Penyerapan hasil panen petani menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasokan. Melalui langkah tersebut, Bulog tidak hanya memastikan cadangan pangan nasional tetap terjaga, tetapi juga membantu menjaga harga gabah di tingkat petani agar tetap stabil.
Pasokan Minyak Goreng Didukung Kebijakan DMO
Ketersediaan minyak goreng juga di pastikan tetap aman. Pasokan tersebut diperkuat melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang di terapkan oleh Kementerian Perdagangan.
Melalui kebijakan ini, Bulog memperoleh alokasi sekitar 46 juta liter minyak goreng Minyakita setiap bulan. Volume tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga distribusi minyak goreng agar tetap tersedia di pasar dengan harga yang terjangkau.
Skema DMO sendiri mewajibkan produsen minyak sawit domestik untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri sebelum melakukan ekspor. Kebijakan ini di rancang untuk menjaga stabilitas pasokan dan menghindari lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat.
Dengan adanya alokasi rutin setiap bulan, Bulog optimistis distribusi minyak goreng tetap berjalan lancar dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
Harga Sembako Relatif Stabil
Pemantauan yang dilakukan Bulog di berbagai wilayah menunjukkan harga sejumlah bahan pokok masih berada dalam kondisi relatif stabil. Fluktuasi yang terjadi di pasar masih dalam batas wajar dan belum mengarah pada lonjakan yang signifikan.
Rizal menegaskan pemerintah terus menjalankan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan harga pangan. Upaya tersebut mencakup penguatan jaringan distribusi, penyerapan produksi dalam negeri, serta pelaksanaan program stabilisasi pangan di berbagai daerah.
“Kondisi stok pangan nasional saat ini aman. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar sesuai kebutuhan,” katanya.
Stabilitas pangan memang menjadi salah satu fokus utama pemerintah, terutama menjelang periode permintaan tinggi seperti Ramadan, Idul Fitri, maupun akhir tahun. Penguatan cadangan nasional dipandang penting agar gejolak harga dapat ditekan sejak awal.
Langkah menjaga stok dalam jumlah besar juga berfungsi sebagai bantalan ketika terjadi gangguan pasokan global. Dengan cadangan yang kuat, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan intervensi pasar apabila harga mulai bergerak naik.(Tim)









