KLIKINAJA.COM – Bupati Merangin, M Syukur, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan pokok secara berlebihan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia memastikan kondisi stok pangan, terutama beras, masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pesan tersebut di sampaikan saat Bupati menghadiri kegiatan Bazar Murah sekaligus Zoom Meeting Gerakan Pangan Murah Polri Serentak 2026 tingkat Kabupaten Merangin. Acara itu berlangsung di Aula Polres Merangin dan menjadi bagian dari program nasional yang di gelar serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Gerakan ini melibatkan jajaran kepolisian dari tingkat Polda hingga Polres. Pemantauan kegiatan dilakukan secara terpusat melalui sambungan virtual dari Perum Bulog Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Banten.
Dalam kunjungannya, Bupati M Syukur di dampingi sejumlah pejabat daerah, di antaranya Staf Ahli III Hendri Widodo, Plt Asisten II Siahaan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Mujibur, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hermanto. Hadir pula perwakilan dari DKUMPP, Bappeda, serta Kantor Cabang Bulog yang di wakili Hamdani.
Bupati menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan bahan pangan. Pemerintah telah memastikan stok tetap tersedia dan distribusi berjalan normal.
“Kondisi stok beras nasional saat ini aman. Informasi ini penting di ketahui masyarakat agar tidak terjadi panic buying. Semua kebutuhan pokok tersedia dan cukup,” ujar M Syukur.
Gerakan Pangan Murah Polri Jaga Stabilitas Harga
Kapolres Merangin AKBP Kiky Firmansyah menjelaskan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah menyediakan sejumlah kebutuhan pokok yang dapat di beli masyarakat dengan harga lebih terjangkau. Komoditas yang dijual meliputi minyak goreng, tepung terigu, gula pasir, hingga beras.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga stabil, khususnya menjelang momentum Ramadhan dan Idul Fitri ketika permintaan biasanya meningkat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat terkait ketersediaan pangan. Polri juga berperan membantu pemerintah menjaga stabilitas harga menjelang Idul Fitri agar tidak terjadi lonjakan yang memberatkan masyarakat,” jelas Kapolres.
Gerakan pangan murah tersebut juga merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk visi Asta Cita Presiden yang menargetkan kemandirian pangan.
Kegiatan semacam ini menjadi strategi penting untuk menjaga keseimbangan pasar. Ketika harga komoditas pangan mulai bergerak naik akibat meningkatnya konsumsi, intervensi melalui bazar murah dan distribusi pangan dapat membantu menahan lonjakan harga.
Di banyak daerah, pola konsumsi masyarakat cenderung meningkat menjelang hari besar keagamaan. Situasi tersebut sering memicu kekhawatiran berlebihan yang kemudian mendorong sebagian warga membeli barang dalam jumlah besar. Jika tidak di kendalikan, perilaku tersebut justru bisa memicu kelangkaan sementara di pasar.
Karena itu pemerintah daerah bersama kepolisian dan Bulog terus memperkuat koordinasi guna memastikan pasokan tetap terjaga. Distribusi yang lancar serta informasi yang transparan kepada masyarakat menjadi kunci agar harga pangan tetap stabil.
Melalui program ini, pemerintah berharap masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga kestabilan pasokan pangan di wilayah Kabupaten Merangin selama Ramadhan hingga Idul Fitri.(Tim)









