KLIKINAJA.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali bergerak turun pada perdagangan Selasa, 17 Maret 2026. Pelemahan ini menjadi lanjutan tren koreksi yang sudah terlihat sejak awal pekan, seiring tekanan dari dinamika pasar global.
Mengacu pada pembaruan data di situs resmi Logam Mulia per pukul 09.14 WIB, harga emas hari ini terkoreksi Rp4.000 per gram. Angkanya bergeser dari Rp2.992.000 menjadi Rp2.988.000 per gram.
Penurunan tak hanya terjadi pada harga jual, tetapi juga pada harga beli kembali atau buyback. Antam menetapkan harga buyback di level Rp2.740.000 per gram. Artinya, selisih antara harga beli dan jual masih cukup lebar, sesuatu yang lazim dalam perdagangan logam mulia.
Bagi masyarakat yang berencana menjual emas, ada hal yang perlu di perhatikan. Transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta akan di kenakan pajak PPh 22 sesuai aturan perpajakan yang berlaku di Indonesia.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut daftar harga emas batangan Antam berdasarkan ukuran pecahan:
0,5 gram: Rp1.544.000
1 gram: Rp2.988.000
2 gram: Rp5.916.000
3 gram: Rp8.849.000
5 gram: Rp14.715.000
10 gram: Rp29.375.000
25 gram: Rp73.312.000
50 gram: Rp146.545.000
100 gram: Rp293.012.000
250 gram: Rp732.265.000
500 gram: Rp1.464.320.000
1.000 gram: Rp2.928.600.000
Tren Harga Masih Fluktuatif
Pergerakan harga emas belakangan ini menunjukkan pola yang belum stabil. Tekanan dari pasar global masih terasa, terutama di picu oleh perubahan kebijakan suku bunga di sejumlah negara besar serta pergerakan nilai tukar mata uang.
Ketika dolar AS menguat, harga emas biasanya cenderung tertekan. Hal ini karena emas di perdagangkan dalam dolar, sehingga menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Di sisi lain, emas tetap di pandang sebagai aset lindung nilai, terutama saat ketidakpastian ekonomi meningkat. Banyak investor memilih emas untuk menjaga nilai kekayaan mereka dalam jangka panjang.
Dalam situasi seperti sekarang, pelaku pasar cenderung menunggu momentum yang tepat. Sebagian memilih membeli saat harga turun, sementara lainnya menahan diri sambil melihat arah tren berikutnya.
Bagi investor ritel, langkah paling bijak adalah tidak terburu-buru mengambil keputusan. Memantau pergerakan harga secara berkala dan menyesuaikan dengan tujuan investasi bisa membantu mengurangi risiko di tengah fluktuasi yang masih berlangsung.(Tim)









