KLIKINAJA.COM – Pemerintah Kabupaten Kerinci mulai bergerak lebih awal menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah. Salah satu langkah yang di tempuh adalah mengaktifkan satuan tugas (satgas) kebersihan guna mengantisipasi peningkatan volume sampah selama periode Lebaran.
Satgas tersebut resmi mulai bekerja sejak Jumat, 13 Maret 2026. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kerinci menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Kepala DLH Kerinci, Neneng Susanti, menjelaskan bahwa pembentukan tim ini merupakan bagian dari upaya menjaga kondisi lingkungan tetap bersih di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang hari raya.
Gotong Royong Massal Mulai Digelar
Sejak di aktifkan, satgas langsung melakukan aksi nyata melalui kegiatan gotong royong di sejumlah titik. Wilayah Kayu Aro Barat dan Ujung Ladang menjadi lokasi awal pembersihan.
Kegiatan ini tidak berhenti di dua wilayah tersebut. DLH memastikan aksi serupa akan di lanjutkan ke Danau Kerinci Barat hingga kawasan Bukit Kerman secara bertahap.
Keterlibatan masyarakat terlihat cukup luas. Pemerintah desa, tokoh adat, kelompok pemuda, hingga unsur TNI dan Polri turun langsung membersihkan lingkungan bersama-sama.
Pemetaan TPS Liar Jadi Fokus Utama
Upaya penanganan sampah tidak hanya bersifat sementara. DLH Kerinci kini tengah menyiapkan langkah lanjutan berupa survei lapangan untuk mengidentifikasi lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) liar.
Pendataan ini di lakukan untuk mendapatkan gambaran riil kondisi di lapangan, sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan penanganan sampah yang lebih terarah.
Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi gerakan nasional “ASRI” yang berfokus pada penanganan titik-titik penumpukan sampah secara sistematis.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui pembangunan infrastruktur. Pemkab Kerinci telah memperoleh dukungan dari pemerintah pusat untuk pengembangan fasilitas pengolahan sampah.
Beberapa rencana yang tengah disiapkan mencakup pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu (IPST).
Langkah ini di harapkan mampu mengurangi ketergantungan pada pembuangan terbuka sekaligus mendorong pengolahan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Peran Masyarakat Jadi Kunci
Neneng menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Perlu kesadaran kolektif dari masyarakat agar lingkungan tetap terjaga.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengetahui kondisi riil di lapangan, tidak sekadar mendokumentasikan, tetapi juga mencari solusi konkret agar persoalan sampah dapat di tangani secara berkelanjutan,” ujar Neneng.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, khususnya saat momentum besar seperti Lebaran.
Antisipasi Lonjakan Sampah Saat Lebaran
Setiap tahun, volume sampah rumah tangga di Kerinci cenderung meningkat saat Idul Fitri. Aktivitas memasak, konsumsi kemasan sekali pakai, hingga arus kunjungan keluarga menjadi pemicu utama.
Kondisi ini menuntut kesiapan sistem pengelolaan sampah yang lebih responsif. Kehadiran satgas menjadi salah satu solusi cepat untuk menekan potensi penumpukan sampah di titik-titik rawan.
Di sisi lain, kebiasaan memilah sampah dari rumah juga di nilai penting untuk mengurangi beban pengelolaan di tingkat akhir.
Langkah yang di ambil Pemkab Kerinci menunjukkan upaya serius dalam membangun sistem kebersihan yang lebih terstruktur. Tidak hanya fokus pada penanganan sesaat, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang.
Dengan keterlibatan berbagai pihak dan dukungan infrastruktur yang terus diperkuat, harapannya suasana Lebaran di Kerinci dapat berlangsung dalam kondisi yang bersih, nyaman, dan sehat bagi masyarakat.(Tim)









