KLIKINAJA.COM – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi menyiagakan alat berat di sejumlah titik rawan longsor di ruas jalan jalur mudik wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh menjelang arus mudik 2026.
Kepala BPJN Jambi, Dedy Hariadi, menyampaikan bahwa langkah ini di lakukan sebagai bentuk antisipasi untuk memastikan kelancaran lalu lintas, terutama saat intensitas kendaraan meningkat.
Fokus pengamanan berada di dua ruas utama yang kerap terdampak longsor, yakni jalur Muaro Emat hingga Sanggaran Agung, serta kawasan Puncak Sungai Penuh menuju perbatasan Sumatera Barat (Tapan).
Di ruas Muaro Emat STA 25+300, BPJN telah menempatkan posko siaga lengkap dengan satu unit excavator, satu unit backhoe loader, serta kendaraan operasional seperti dump truck dan pickup.
Sementara itu, di kawasan Puncak Sungai Penuh, alat berat juga di siagakan di posko PPK Sungai Penuh–Batas Sumbar. Peralatan yang tersedia mencakup excavator, backhoe loader, dan dump truck untuk mempercepat penanganan jika terjadi longsor atau gangguan jalan.
“Untuk dua ruas jalur mudik tersebut, kami sudah menyiapkan alat berat dan armada pendukung di titik-titik posko,” ujar Dedy Hariadi.
Jalan Sempat Amblas Kini Sudah Normal
Selain kesiapsiagaan menghadapi potensi longsor, BPJN juga memastikan kondisi infrastruktur di jalur tersebut dalam keadaan layak di lalui.
Perbaikan pada ruas jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan di KM 4 kawasan Puncak Sungai Penuh telah rampung. Saat ini, jalur tersebut sudah dapat di gunakan kembali secara normal oleh kendaraan dari dua arah.
“Perbaikan jalan amblas di KM 4 Puncak sudah selesai dan kini bisa di lalui dua jalur lalu lintas,” kata Dedy.
Kawasan Kerinci dan Sungai Penuh di kenal memiliki kontur geografis berbukit dengan banyak tikungan serta tebing rawan longsor, terutama saat curah hujan meningkat. Kondisi ini membuat jalur tersebut membutuhkan pengawasan ekstra, khususnya pada periode mudik yang identik dengan lonjakan volume kendaraan.
Kehadiran alat berat di titik strategis di nilai penting untuk mempercepat respons jika terjadi gangguan, sehingga akses transportasi tetap terjaga dan tidak menimbulkan antrean panjang.
Pemudik di imbau untuk tetap berhati-hati saat melintas, terutama di jalur pegunungan. Memastikan kondisi kendaraan prima dan mematuhi rambu lalu lintas menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan selama perjalanan.(Tim)









