KLIKINAJA.COM – Pabrikan otomotif asal Jepang, Isuzu, mulai serius memasuki era elektrifikasi dengan menghadirkan pikap listrik terbaru mereka, Isuzu D-Max EV 2027. Model ini menjadi langkah besar dalam transformasi kendaraan niaga menuju teknologi ramah lingkungan tanpa mengorbankan kemampuan kerja.
Kehadiran D-Max EV menjadi jawaban atas kebutuhan kendaraan utilitas yang tetap bertenaga namun minim emisi. Pikap ini pertama kali di perkenalkan dalam versi produksi global dan mulai di siapkan untuk berbagai pasar, termasuk Asia Tenggara dan Eropa.
Spesifikasi dan Performa Isuzu D-Max EV
Isuzu membekali D-Max EV dengan dua motor listrik yang ditempatkan di roda depan dan belakang. Kombinasi keduanya menghasilkan tenaga sekitar 190 hp dengan torsi mencapai 325 Nm.
Sumber tenaga berasal dari baterai lithium-ion berkapasitas 66,9 kWh. Dalam sekali pengisian penuh, mobil ini mampu menempuh jarak sekitar 260–360 kilometer tergantung standar pengujian.
Untuk pengisian daya, D-Max EV mendukung:
AC charging 11 kW (sekitar 10 jam penuh)
DC fast charging 50 kW (20–80% sekitar 1 jam)
Meski beralih ke listrik, performa tetap menjadi fokus utama. Pikap ini mampu melesat hingga 100 km/jam dalam sekitar 10 detik dengan kecepatan maksimum di atas 120 km/jam.
Tetap Tangguh untuk Medan Berat
Sebagai kendaraan kerja, D-Max EV tidak meninggalkan DNA utamanya. Isuzu memastikan pikap ini tetap bisa di andalkan untuk berbagai kebutuhan berat.
Mobil ini memiliki:
Sistem penggerak 4WD (all-wheel drive)
Daya angkut lebih dari 1 ton
Kemampuan towing hingga 3,5 ton
Ground clearance 210 mm
Kedalaman rendam air hingga 600 mm
Dengan spesifikasi tersebut, D-Max EV tetap cocok di gunakan di medan off-road maupun aktivitas industri seperti perkebunan, tambang, hingga logistik.
Desain dan Arah Masa Depan Isuzu
Secara tampilan, D-Max EV masih mempertahankan desain khas versi diesel. Perubahan paling mencolok ada pada grille yang lebih tertutup serta aksen biru sebagai identitas kendaraan listrik.
Langkah Isuzu menghadirkan pikap listrik ini tidak lepas dari tekanan regulasi emisi global dan tren elektrifikasi otomotif. Thailand bahkan di pilih sebagai basis produksi utama untuk ekspor ke berbagai negara.
Di tengah persaingan dengan model lain seperti Ford Ranger atau Toyota Hilux versi elektrifikasi, D-Max EV mencoba menonjolkan keseimbangan antara daya angkut dan efisiensi energi.
Bagi pasar seperti Indonesia, kehadiran pikap listrik seperti ini berpotensi menarik, terutama untuk sektor industri yang mulai beralih ke kendaraan rendah emisi. Tantangan utamanya masih pada infrastruktur pengisian daya dan harga jual yang di perkirakan cukup tinggi.(Tim)









