KLIKINAJA.COM – Momen Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, untuk mempererat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan halal bihalal di rumah dinasnya, Sabtu (21/3). Kegiatan ini di gelar usai Salat Id dan di buka untuk umum, sehingga warga bisa datang langsung bersilaturahmi.
Sejak pagi, halaman rumah dinas sudah di padati warga dari berbagai kalangan. Mereka datang bersama keluarga, saling bersalaman, serta menikmati suasana hangat yang jarang di temui di hari biasa. Interaksi berlangsung santai tanpa sekat, menghadirkan kedekatan antara pemimpin daerah dan masyarakatnya.
Wali Kota Alfin bersama Ketua TP PKK, Sri Kartini, terlihat berdiri di pintu masuk menyambut tamu satu per satu. Senyum dan sapaan hangat menjadi gambaran kuat bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan ruang pertemuan yang penuh makna.
“Kami ingin menjadikan halal bihalal ini sebagai momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan dan menjaga persatuan masyarakat,” ujar Alfin.
Ruang Temu Tanpa Sekat antara Pemimpin dan Warga
Kegiatan open house ini turut di hadiri unsur Forkopimda dan jajaran kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh. Kehadiran para pejabat ini sekaligus menunjukkan kekompakan internal pemerintah dalam menyambut masyarakat di hari besar keagamaan.
Bagi warga, kesempatan ini menjadi momen langka untuk bertemu langsung dengan wali kota tanpa protokol yang kaku. Obrolan ringan hingga penyampaian aspirasi pun mengalir alami di tengah suasana lebaran yang penuh kehangatan.
“Open house ini bukan hanya tradisi, tapi bentuk keterbukaan kami agar masyarakat bisa merasakan kedekatan dengan pemerintah,” kata Alfin.
Tradisi Lebaran yang Menguatkan Kebersamaan
Halal bihalal sendiri telah lama menjadi tradisi khas masyarakat Indonesia setiap Idul Fitri. Di banyak daerah, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang saling memaafkan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan mempererat solidaritas.
Di Sungai Penuh, tradisi ini terlihat tetap hidup dan bahkan semakin di minati. Tingginya antusiasme warga menunjukkan bahwa pendekatan humanis seperti ini masih relevan dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar juga menjadi indikator kuat bahwa komunikasi langsung antara pemimpin dan warga masih di butuhkan. Di tengah era digital, sentuhan personal seperti berjabat tangan dan berbincang langsung tetap memiliki nilai yang tak tergantikan.
Dengan suasana yang cair dan penuh keakraban, kegiatan halal bihalal ini menjadi simbol nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Lebih dari sekadar perayaan, momen ini mempertegas komitmen bersama untuk membangun Kota Sungai Penuh yang lebih harmonis dan solid ke depan.(Tim)









