KLIKINAJA.COM – Pemerintah Kabupaten Agam memastikan lima objek wisata andalan dalam kondisi siap menyambut lonjakan kunjungan selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Pembenahan di lakukan secara menyeluruh sejak akhir Ramadhan, mulai dari kebersihan kawasan hingga kesiapan fasilitas dasar bagi wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Kasma Zaini, menjelaskan bahwa destinasi yang telah disiapkan meliputi Linggai Park di Kecamatan Tanjung Raya, Sajuta Janjang di Ampek Koto, Masjid Sirah di Tanjung Mutiara, Ambun Tanai di Matur, serta Bandar Mutiara di kawasan Tanjung Mutiara.
Ia menyampaikan bahwa seluruh lokasi tersebut kini dalam kondisi layak kunjung setelah melalui proses penataan. Pemerintah daerah ingin memastikan wisatawan mendapatkan pengalaman yang aman dan nyaman saat berlibur.
“Kami sudah merampungkan pembersihan dan pembenahan di seluruh objek wisata. Wisatawan bisa datang dengan nyaman selama libur Lebaran,” ujar Kasma di Lubuk Basung, Minggu.
Kunjungan wisata sebenarnya mulai terlihat sejak Sabtu (21/3). Dua destinasi, yakni Sajuta Janjang dan Linggai Park, menjadi titik yang paling banyak menarik minat pengunjung pada awal periode liburan.
Sebagian besar pengunjung masih berasal dari masyarakat lokal dan daerah sekitar. Di Linggai Park, jumlah kunjungan tercatat sekitar 120 orang dalam satu hari, menandakan tren positif menjelang puncak arus wisata.
Pemulihan Pariwisata Pasca Bencana dan Lonjakan Kunjungan
Puncak kunjungan diperkirakan terjadi pada 22 hingga 24 Maret 2026, bertepatan dengan momentum libur Lebaran. Meski begitu, pemerintah daerah memilih tidak menetapkan target angka kunjungan secara spesifik tahun ini.
Keputusan tersebut tidak lepas dari kondisi Agam yang sebelumnya terdampak bencana banjir bandang, longsor, dan banjir pada akhir November 2025. Fokus utama saat ini di arahkan pada pemulihan citra wisata serta membangun kembali kepercayaan publik.
Untuk mendukung hal tersebut, promosi wisata terus di gencarkan melalui media sosial dan berbagai kanal digital. Kolaborasi dengan komunitas serta pengelola wisata juga menjadi bagian dari strategi memperkuat daya tarik daerah.
Kasma menuturkan, upaya ini bertujuan menghidupkan kembali identitas pariwisata daerah yang dikenal dengan slogan “Agam Pesona Beragam”, sekaligus menghapus kekhawatiran wisatawan terhadap dampak bencana sebelumnya.
“Promosi terus kami lakukan bersama komunitas dan pengelola agar citra pariwisata Agam kembali pulih dan kunjungan wisata meningkat,” katanya.
Di sisi lain, pengelola objek wisata di ingatkan untuk menjaga standar pelayanan. Pemerintah menekankan pentingnya transparansi tarif, baik untuk parkir maupun harga makanan, serta menjamin keselamatan pengunjung selama berada di lokasi wisata.
Langkah ini di nilai krusial untuk menjaga kepercayaan wisatawan. Pengalaman yang positif selama libur Lebaran di harapkan mampu mendorong kunjungan berulang sekaligus memperkuat sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah.
Dalam konteks yang lebih luas, momen libur panjang seperti Lebaran memang selalu menjadi peluang bagi daerah wisata untuk meningkatkan perputaran ekonomi. Sektor kuliner, transportasi lokal, hingga pelaku usaha kecil biasanya ikut terdampak langsung dari meningkatnya jumlah wisatawan.
Agam sendiri memiliki potensi wisata alam dan budaya yang cukup kuat. Jika dikelola secara konsisten dan di dukung pelayanan yang baik, bukan tidak mungkin daerah ini kembali menjadi salah satu tujuan favorit di Sumatera Barat saat musim liburan.(Tim)









