KLIKINAJA.COM – Libur Lebaran di Kabupaten Kerinci kembali di warnai polemik. Kali ini, sorotan mengarah pada dugaan tarif parkir yang tidak sesuai aturan di kawasan Air Terjun Telun Berasap, salah satu destinasi unggulan di Provinsi Jambi.
Pada hari kedua Idul Fitri 1447 H, sejumlah pengunjung mengaku di kenakan biaya parkir kendaraan roda empat hingga Rp15.000. Angka tersebut jauh di atas tarif resmi yang telah di tetapkan pemerintah daerah.
Mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang pajak dan retribusi daerah, tarif parkir di objek wisata saat hari libur hanya sebesar Rp3.000 untuk roda dua dan Rp4.000 untuk roda empat. Perbedaan mencolok ini pun memicu reaksi dari masyarakat.
Keluhan paling mencolok datang dari pengguna media sosial yang menyoroti mahalnya parkir serta sistem tiket masuk yang di nilai tidak transparan.
“Biaya parkir terasa tidak wajar dan tidak ada kejelasan soal tiket masuk, ini membuat pengunjung kecewa,” tulis salah satu warga di media sosial.
Kadishub Kerinci: Dugaan Karcis Di cetak Sendiri
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kerinci, Juanda Sasmita, memberikan respons tegas. Ia menduga pungutan parkir tersebut tidak berasal dari sistem resmi pemerintah.
Menurutnya, karcis parkir resmi memiliki ciri khusus yang di keluarkan oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKPD), sehingga dapat di bedakan dengan karcis yang tidak sah.
“Kemungkinan karcis itu di cetak sendiri, karena yang resmi biasanya memiliki tanda khusus,” jelas Juanda saat di mintai keterangan.
Ia memastikan pihaknya akan segera melakukan pengecekan langsung melalui tim monitoring dan evaluasi yang di jadwalkan turun ke lokasi.
Jika pelanggaran masih di temukan, sanksi tegas siap di berikan kepada pihak pengelola.
“Kalau masih melanggar dan tidak mengindahkan aturan, izin pengelolaan parkir akan kami cabut,” tegasnya.
Pengelolaan objek wisata di Kerinci sendiri saat ini melibatkan pihak ketiga, terutama selama momen libur Lebaran yang identik dengan lonjakan pengunjung.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan di sektor pariwisata. Transparansi tarif dan kepastian layanan menjadi faktor utama dalam menjaga kenyamanan wisatawan.
Jika persoalan seperti ini terus berulang, bukan tidak mungkin wisatawan akan memilih destinasi lain yang di anggap lebih tertib dan ramah pengunjung. Kerinci, yang di kenal sebagai ikon wisata alam Jambi, tentu perlu menjaga kepercayaan publik agar tetap menjadi tujuan favorit.(Tim)









