Jalan Renah Pemetik Belum Diperbaiki, Warga Sindir Gubernur dan Bupati Monadi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA.COM – Warga Desa Renah Pemetik, Kecamatan Air Hangat Timur, kembali mengangkat persoalan jalan rusak yang hingga kini belum tersentuh perbaikan. Kondisi akses yang memprihatinkan membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama dalam mobilitas harian dan distribusi hasil kebun.

Sorotan publik menguat setelah beredarnya video yang di unggah akun Facebook Wo Kito beberapa waktu yang lalu. Dalam unggahan tersebut, pemilik akun menyuarakan kekecewaan sekaligus menagih komitmen sejumlah pejabat, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten.

Unggahan itu menyinggung janji perbaikan yang sebelumnya di sampaikan oleh Gubernur Jambi, Bupati Kerinci, serta anggota DPRD provinsi dan kabupaten. Warga mempertanyakan keseriusan realisasi janji tersebut yang di nilai tak kunjung terlihat di lapangan.

Baca Juga :  Inflasi Bungo Tertinggi di Jambi Februari 2026, Tembus 6,46 Persen

Reaksi warganet pun mengalir deras. Salah satu komentar menyindir kondisi jalan yang di sebut lebih cocok di jadikan jalur off-road dan touring di banding akses transportasi umum.

Sindiran Warganet dan Kekecewaan Janji Politik

Komentar lain juga menyoroti pola janji politik yang kerap muncul saat masa pemilihan. Seorang pengguna menyampaikan bahwa janji perbaikan jalan sering di gaungkan, namun pelaksanaannya berulang kali tertunda tanpa kepastian.

Kritik tersebut menggambarkan akumulasi kekecewaan masyarakat yang merasa kebutuhan dasar mereka belum menjadi prioritas. Infrastruktur jalan di wilayah pedesaan seperti Renah Pemetik masih tertinggal di banding daerah lain yang lebih mudah di jangkau.

Baca Juga :  Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Turun Lagi, Cek Daftarnya!

Di sisi lain, kondisi jalan yang rusak bukan hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berpengaruh pada roda ekonomi warga. Akses yang sulit membuat biaya angkut hasil pertanian meningkat, bahkan berpotensi menurunkan nilai jual karena keterlambatan distribusi.

Jika di biarkan berlarut, persoalan ini bisa memperlebar kesenjangan pembangunan antarwilayah. Perbaikan jalan seharusnya menjadi langkah awal dalam membuka akses ekonomi dan pelayanan dasar masyarakat desa.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait kapan perbaikan jalan tersebut akan di realisasikan. Warga berharap ada langkah nyata dalam waktu dekat, bukan sekadar janji yang terus berulang tanpa kepastian.(Tim)

Berita Terkait

BBM Subsidi Disedot PETI, Gubernur Jambi Ancam Tindak Tegas
Target 100 Ribu Wisatawan, Kerinci Siap Sambut Libur Lebaran 2026
128 Warga Binaan Rutan Sungai Penuh Terima Remisi Idul Fitri 2026, Didominasi Kasus Narkotika
Usulan Ganti Nama Kota Sungai Penuh Jadi Kota Kerinci Tuai Pro dan Kontra
Wali Kota Sungai Penuh Hadiri Halal Bihalal Gubernur Jambi di Bangko
Polres Kerinci Gerak Cepat Tertibkan Dugaan Pungli Parkir Rp15 Ribu di Telun Berasap
DLH Sungai Penuh Siagakan Armada Hadapi Lonjakan Sampah Lebaran
Tarif Parkir Telun Berasap Disorot, Ini Penjelasan Kadishub Kerinci
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jalan Renah Pemetik Belum Diperbaiki, Warga Sindir Gubernur dan Bupati Monadi

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:23 WIB

BBM Subsidi Disedot PETI, Gubernur Jambi Ancam Tindak Tegas

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:00 WIB

Target 100 Ribu Wisatawan, Kerinci Siap Sambut Libur Lebaran 2026

Selasa, 24 Maret 2026 - 14:00 WIB

128 Warga Binaan Rutan Sungai Penuh Terima Remisi Idul Fitri 2026, Didominasi Kasus Narkotika

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:14 WIB

Usulan Ganti Nama Kota Sungai Penuh Jadi Kota Kerinci Tuai Pro dan Kontra

Berita Terbaru

Olahraga

Messi Pecahkan Rekor Tendangan Bebas Pele, Dekati Juninho

Selasa, 24 Mar 2026 - 19:00 WIB

Daerah

BBM Subsidi Disedot PETI, Gubernur Jambi Ancam Tindak Tegas

Selasa, 24 Mar 2026 - 17:23 WIB