KLIKINAJA.COM – Volume sampah di Kota Jambi mengalami peningkatan sekitar 10 persen selama perayaan Idul Fitri 2026. Kenaikan ini sejalan dengan tingginya aktivitas konsumsi masyarakat, terutama dari sektor rumah tangga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, menjelaskan bahwa tren ini sudah menjadi pola tahunan setiap Lebaran. Meningkatnya belanja kebutuhan pokok, makanan siap saji, hingga penggunaan kemasan sekali pakai menjadi faktor utama penyumbang lonjakan sampah.
“Peningkatan ini sudah kami antisipasi. Armada pengangkut sampah akan di maksimalkan, termasuk penambahan jumlah ritasi agar sampah tidak menumpuk,” ujar Mahruzar, Selasa (24/03/2026).
Sebagai langkah konkret, DLH menambah jumlah armada operasional. Dari sebelumnya hanya tiga unit, kini di tingkatkan menjadi lima armada agar proses pengangkutan lebih cepat dan merata di berbagai wilayah.
Petugas harian lepas (PHL) juga tetap di tugaskan di lapangan untuk memastikan kebersihan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) tetap terjaga selama libur Lebaran.
Pemkot Jambi Antisipasi Penumpukan Sampah
Wali Kota Jambi, Maulana, menyebutkan bahwa lonjakan sampah di dominasi oleh limbah rumah tangga, terutama plastik sekali pakai yang meningkat signifikan selama momen hari raya.
“Setiap menjelang Lebaran, konsumsi masyarakat memang meningkat. Ini berbanding lurus dengan naiknya volume sampah, terutama plastik sekali pakai,” jelasnya.
Pemerintah Kota Jambi pun bergerak dengan memperketat pengawasan di lapangan dan menambah jadwal pengangkutan di luar jam operasional biasa. Fokus utama diarahkan ke wilayah perbatasan kota yang kerap menjadi titik rawan penumpukan sampah.
Kondisi ini turut di perparah dengan berhentinya sementara aktivitas bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) selama libur Lebaran. Akibatnya, seluruh beban pengelolaan sampah di alihkan ke petugas kebersihan di lapangan.
Maulana juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam membuang sampah selama Lebaran. Ia meminta warga tidak terburu-buru mengeluarkan sampah rumah tangga sebagai bentuk empati terhadap petugas kebersihan.
“Kita juga harus memberi kesempatan kepada petugas kebersihan untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Jadi, mari lebih bijak dalam mengelola sampah,” tutupnya.
Peningkatan sampah saat Lebaran bukan hanya terjadi di Kota Jambi, tetapi juga di banyak daerah lain di Indonesia. Fenomena ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah masih menjadi tantangan serius, terutama saat terjadi lonjakan konsumsi dalam waktu singkat.
Di sisi lain, momentum ini bisa menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Langkah sederhana seperti memilah sampah dari rumah, menggunakan wadah ramah lingkungan, hingga menunda pembuangan sampah saat hari raya dapat membantu meringankan beban petugas kebersihan sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih.(Tim)









