KLIKINAJA.COM – Libur panjang Lebaran 2026 membawa lonjakan wisatawan ke Kebun Teh Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi. Sejak hari ketiga Lebaran, kawasan ini di penuhi pengunjung dari berbagai daerah, memicu kepadatan arus lalu lintas menuju lokasi wisata tersebut.
Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat terlihat mengular di sepanjang akses jalan. Kecepatan kendaraan menurun drastis, terutama pada siang hingga sore hari saat puncak kunjungan terjadi.
Seorang wisatawan asal Padang, Rina, mengaku sudah memperkirakan kondisi ini. Ia menyebut perjalanan panjang dan kemacetan terbayar dengan panorama alam yang di suguhkan di Kayu Aro.
Pengunjung lain, Andi dari Kota Jambi, juga merasakan hal serupa. Ia mengatakan laju kendaraan nyaris tak bergerak di beberapa titik, namun kondisi tersebut di anggap wajar karena bertepatan dengan musim libur Lebaran.
Penginapan Penuh, Warga Rasakan Dampak Ekonomi
Lonjakan wisatawan tidak hanya berdampak pada lalu lintas, tetapi juga pada tingkat hunian penginapan. Hampir seluruh homestay dan penginapan di kawasan Kayu Aro dilaporkan penuh.
Dwi, wisatawan asal Jambi, mengaku kesulitan mendapatkan tempat menginap. Ia harus mencari alternatif penginapan di luar kawasan utama karena seluruh kamar sudah dipesan sejak jauh hari.
Edi, pemilik salah satu penginapan di Kayu Aro, menyampaikan bahwa peningkatan tamu mulai terasa sejak Lebaran hari ketiga. Menurutnya, seluruh kamar terisi penuh dan masih banyak calon tamu yang tidak kebagian.
Di sisi lain, warga setempat turut merasakan dampak dari ramainya kunjungan tersebut. Yanti, warga Kayu Aro, menyebut peningkatan jumlah wisatawan membawa keuntungan bagi pelaku usaha kecil. Namun, ia juga menyoroti kondisi parkir yang kurang tertata dan kemacetan yang kerap terjadi.
Fenomena ini menunjukkan Kebun Teh Kayu Aro tetap menjadi magnet wisata unggulan di Kerinci, terutama saat musim libur panjang. Lanskap hijau yang luas, udara sejuk, serta suasana khas pegunungan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik.
Jika tidak di antisipasi dengan baik, lonjakan pengunjung berpotensi menimbulkan masalah berulang, mulai dari kemacetan hingga keterbatasan fasilitas. Pengaturan lalu lintas, penambahan area parkir, serta pengelolaan penginapan menjadi langkah yang bisa di pertimbangkan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan.(Tim)









