KLIKINAJA.COM – Kasus kebakaran di Kota Jambi sepanjang Januari hingga Maret 2026 menjadi sorotan serius. Dalam kurun waktu tiga bulan, sebanyak 20 bangunan di laporkan hangus di lalap api.
Data tersebut di himpun oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi. Insiden kebakaran yang terjadi tidak hanya menyasar satu jenis bangunan, tetapi beragam, mulai dari kios usaha, rumah warga hingga gudang penyimpanan.
Kepala Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, menjelaskan bahwa dalam periode tersebut tercatat empat kejadian kebakaran besar yang berdampak cukup luas.
Ia menggambarkan bahwa setiap peristiwa memiliki tingkat kerusakan berbeda, namun secara keseluruhan menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit bagi masyarakat.
“Dalam tiga bulan ini ada empat kejadian kebakaran, dan bangunan yang terdampak cukup beragam, mulai dari tempat usaha hingga rumah warga,” ujarnya, Rabu (25/03/2026).
Dua Korban Jiwa, Damkar Perkuat Kesiapsiagaan
Selain kerugian materi, kebakaran juga menimbulkan korban jiwa. Damkartan mencatat dua orang meninggal dunia akibat insiden yang terjadi di dua lokasi berbeda.
Korban berasal dari peristiwa kebakaran di Kelurahan Tambak Sari dan Kelurahan Beringin. Kedua kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa risiko kebakaran masih tinggi jika tidak di antisipasi dengan baik.
Mustari menyampaikan bahwa seluruh korban dalam insiden tersebut tidak berhasil di selamatkan.
“Ada dua korban jiwa dalam kejadian ini, dan semuanya meninggal dunia,” katanya.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Damkartan Kota Jambi telah menyiagakan puluhan personel di berbagai titik strategis. Setidaknya 65 petugas ditempatkan di sejumlah wilayah seperti Alam Barajo, Kota Baru, Jambi Timur, Paal Merah, hingga Jamkose.
Masing-masing pos memiliki peran penting dalam mempercepat respons saat terjadi kebakaran. Dengan penyebaran tersebut, waktu tempuh menuju lokasi kejadian di harapkan bisa di tekan.
Tak hanya itu, sekitar 70 personel tambahan juga disiagakan di Markas Komando (Mako) sebagai pasukan cadangan. Mereka siap di terjunkan jika terjadi kebakaran berskala besar atau operasi evakuasi lain, termasuk penanganan hewan berbahaya.
Dari sisi sarana, Damkartan mengoperasikan 16 unit armada pemadam kebakaran yang selalu dalam kondisi siap pakai.
“Seluruh personel dan armada kami siaga penuh, terutama untuk menghadapi potensi kebakaran besar,” tegasnya.
Kondisi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang di sebabkan oleh kelalaian seperti instalasi listrik yang tidak standar atau penggunaan api terbuka.
Langkah pencegahan sederhana seperti memastikan kabel listrik aman, tidak meninggalkan kompor menyala, hingga menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah dapat membantu mengurangi risiko.
Di sisi lain, peran pemerintah daerah dalam edukasi dan sosialisasi juga menjadi kunci. Kesadaran kolektif antara masyarakat dan petugas di harapkan mampu menekan angka kebakaran di Kota Jambi ke depannya.(Tim)









