KLIKINAJA.COM – Penguatan ekonomi berbasis desa kembali menjadi sorotan Pemerintah Kota Sungai Penuh. Wakil Wali Kota Azhar Hamzah turun langsung menghadiri evaluasi percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang di gelar di Desa Aur Duri, Jumat (27/3/2026).
Agenda tersebut berlangsung secara daring dan dipimpin oleh Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita. Kegiatan ini turut di ikuti unsur TNI, di antaranya Kasdim 0417/Kerinci dan Danramil 417-06/Sungai Penuh, bersama jajaran OPD Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, kepala desa, pengurus koperasi, hingga masyarakat.
Forum evaluasi ini menjadi ruang koordinasi penting untuk mempercepat pembentukan koperasi di tingkat desa. Pemerintah menargetkan program Koperasi Merah Putih mampu menjadi penggerak utama roda ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat struktur ekonomi lokal dari bawah.
Data sementara menunjukkan 3.252 koperasi sudah siap di luncurkan pada pertengahan April. Sementara itu, puluhan ribu koperasi lainnya masih dalam tahap pembangunan dan terus di pacu agar target nasional 35.000 koperasi pada Juli mendatang bisa tercapai.
Komitmen Bangun Kemandirian dan Kesejahteraan Warga
Azhar Hamzah menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Sungai Penuh terhadap program strategis tersebut. Ia melihat koperasi bukan sekadar wadah usaha, tetapi juga alat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Ini bukan hanya soal mendirikan koperasi, tapi bagaimana kita mendorong masyarakat agar mandiri secara ekonomi. Dengan sinergi yang kuat, kami yakin target nasional ini bisa tercapai,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan koperasi yang aktif dan berdaya guna, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas. Menurutnya, koperasi harus tumbuh sebagai kekuatan ekonomi riil di tengah kehidupan warga desa.
“Kita ingin koperasi ini hidup di tengah masyarakat, berkembang, dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara langsung,” tutupnya.
Program Koperasi Merah Putih sendiri menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan basis desa, koperasi di harapkan mampu membuka akses permodalan, memperluas peluang usaha, hingga menciptakan lapangan kerja baru.
Di sisi lain, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat serta tata kelola yang transparan dan profesional. Jika di kelola dengan baik, koperasi desa berpotensi menjadi fondasi ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.(Tim)









