KLIKINAJA.COM – Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali menunjukkan perhatian terhadap sektor ekonomi rakyat dengan meninjau langsung kondisi Pasar Tanjung Bajure. Kunjungan ini di pimpin Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah bersama Sekretaris Daerah Alpian pada Sabtu, Maret 2025.
Peninjauan tersebut tidak sekadar melihat kondisi fisik pasar, tetapi juga menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan para pedagang. Di tengah aktivitas jual beli yang berlangsung, keduanya mendengarkan langsung berbagai keluhan, masukan, hingga harapan dari pelaku usaha yang menggantungkan hidup di kawasan tersebut.
Serap Aspirasi Pedagang dan Pekerja Pasar
Dalam interaksi tersebut, pedagang menyampaikan sejumlah persoalan mulai dari fasilitas pasar, penataan lapak, hingga kenyamanan lingkungan. Tidak hanya pedagang, para buruh yang bekerja di sekitar pasar juga ikut menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah daerah.
Selain berdialog, rombongan juga memantau kondisi lapangan, termasuk pemasangan tenda sosial di area pasar. Langkah ini di lakukan untuk memastikan seluruh fasilitas yang ada benar-benar mendukung aktivitas ekonomi masyarakat tanpa menimbulkan ketidaknyamanan.
Kehadiran langsung pimpinan daerah di tengah masyarakat menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Pasar Jadi Pilar Ekonomi dan Sumber PAD
Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah menegaskan bahwa pasar tradisional memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Keberadaannya tidak hanya sebagai pusat transaksi, tetapi juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pemerintah daerah berharap adanya keterlibatan aktif masyarakat, khususnya para pedagang, dalam memberikan masukan demi perbaikan sektor pasar. Dengan pengelolaan yang baik, pasar tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi optimal bagi daerah,” ujar Wawako Azhar.
Menurutnya, pengelolaan pasar yang rapi dan berkelanjutan akan menciptakan lingkungan usaha yang sehat. Hal ini juga berpengaruh pada kenyamanan pengunjung, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi di pasar.
Upaya penataan pasar seperti ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam memperkuat sektor ekonomi berbasis kerakyatan. Pasar tradisional tetap menjadi tulang punggung bagi banyak pelaku usaha kecil, sehingga keberlanjutannya perlu di jaga dengan serius.
Di berbagai daerah, revitalisasi pasar terbukti mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperbaiki kesejahteraan pedagang. Sungai Penuh pun di arahkan menuju pola serupa, dengan pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.(Tim)









