KLIKINAJA.COM – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang lebih efisien di lingkungan pemerintah daerah. Ia meminta seluruh kepala daerah untuk mengurangi perjalanan dinas yang tidak memiliki urgensi tinggi.
Menurut Tito, anggaran yang selama ini terserap untuk kegiatan perjalanan dinas sebaiknya di alihkan ke program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Fokus belanja daerah, kata dia, perlu di arahkan pada sektor yang memberi dampak nyata bagi publik.
Anggaran Di minta Fokus ke Program Pro Rakyat
Ia juga mengingatkan kembali kebiasaan efisiensi yang sempat di terapkan saat masa pandemi COVID-19, seperti mematikan lampu dan pendingin ruangan ketika tidak di gunakan. Langkah sederhana tersebut di nilai tetap relevan untuk menekan pemborosan anggaran operasional.
Tito turut menyoroti sistem kerja jarak jauh atau work from home (WFH) yang masih di terapkan di sejumlah instansi. Ia meminta pengawasan di perketat agar tidak di salahgunakan oleh pegawai untuk kepentingan pribadi di luar pekerjaan.
Efisiensi Di yakini Tak Ganggu Ekonomi Nasional
Kebijakan efisiensi ini sejalan dengan langkah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang memastikan bahwa penyesuaian anggaran di kementerian dan lembaga tidak akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah justru melihat efisiensi sebagai cara untuk menjaga keseimbangan fiskal, sekaligus memastikan belanja negara tetap produktif dan tepat sasaran.
Di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis, langkah penghematan anggaran menjadi strategi penting agar keuangan negara tetap stabil. Penggunaan anggaran yang lebih selektif di harapkan mampu meningkatkan kualitas belanja, bukan sekadar mengurangi jumlahnya.
Kebijakan ini juga memberi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin mendorong perubahan pola kerja birokrasi menjadi lebih efektif, transparan, dan berorientasi hasil. Kepala daerah pun di harapkan mampu menyesuaikan kebijakan ini dengan kondisi masing-masing wilayah.(Tim)









