KLIKINAJA.COM – Pergerakan pemudik melalui jalur laut di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menunjukkan lonjakan signifikan selama periode Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Dua pelabuhan utama, yakni LLASDP dan Roro, menjadi titik padat mobilitas dengan total penumpang hampir menyentuh angka 22 ribu orang.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Tanjabbar, Agus Sumantri, menyebutkan jumlah tersebut merupakan akumulasi arus mudik dan arus balik dalam beberapa hari terakhir.
“Selama arus mudik dan arus balik sebanyak 21.996 lebih kurang 22 ribu itu melintasi dua pelabuhan di Kuala Tungkal,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Arus penumpang tak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga lintas provinsi hingga mancanegara. Pemudik tercatat datang dari Riau, Kepulauan Riau, bahkan dari Singapura dan Malaysia.
“Cukup ramai pemudik hari ini juga masih banyak pemudik yang melakukan arus balik karena besok sudah masuk kerja dan masuk sekolah,” kata Agus Sumantri.
Puncak Arus Mudik dan Pergeseran Tujuan Perjalanan
Lonjakan tertinggi terjadi pada pertengahan pekan lalu, tepatnya Selasa, saat gelombang mudik mencapai titik puncak. Menjelang berakhirnya masa libur, arus balik kembali meningkat, meski pola pergerakannya mulai berubah.
Menurut Agus, tujuan perjalanan kini lebih di dominasi rute jarak dekat. Aktivitas menuju kota-kota besar seperti Batam mulai melandai seiring di mulainya kembali aktivitas kerja.
“Kalau ke Batam sudah sedikit turun karena yang kerja di sana kan sudah masuk, untuk hari ini daerah terdekat kita,” ucapnya.
Rute seperti Tembilahan, Pulau Kijang, dan kawasan sekitar menjadi tujuan utama para pemudik dalam fase arus balik.
Data Pergerakan Kendaraan, Penumpang, dan Logistik
Aktivitas di Pelabuhan LLASDP mencatat lalu lintas kendaraan masuk sebanyak 485 unit dan keluar 465 unit. Sementara jumlah penumpang yang datang mencapai 8.620 orang, dengan 6.334 orang berangkat. Pergerakan barang tercatat 4 ton masuk dan 7 ton keluar.
“Itu jumlah yang melintas pelabuhan LLASDP baik mudik maupun balik,” ucapnya.
Di sisi lain, Pelabuhan Roro Kuala Tungkal mencatat angka berbeda. Kendaraan yang datang berjumlah 633 unit, sementara yang berangkat sebanyak 270 unit. Penumpang yang tiba mencapai 4.832 orang, sedangkan yang berangkat 2.210 orang. Barang yang masuk tercatat 112,9 ton dan keluar 129,3 ton.
“Kalau penumpang datang 4832 dan erangkat 2210, sedangkan barang datang 112,9 Ton dan berangkat 129,3 Ton,” ujarnya.
Jika di gabungkan, total kendaraan yang melintas mencapai 1.853 unit dengan volume barang sekitar 253,2 ton.
“Total jumlah 1853 Kendaraa dan jumlah penumpang 21.996 Orang serta Barang 253, 2 Ton,” sambungnya.
Untuk mengurai kepadatan, pemerintah daerah bersama operator pelayaran menambah armada kapal selama periode mudik. Tiga kapal tambahan di operasikan guna menjaga kelancaran distribusi penumpang.
“Tiga kapal itu di perbantukan untuk arus mudik dan arus balik Dumai Express, Tanjung Burang dan KN Sarotama. Untuk Tanjung Burang itu sampai tanggal 1 diperbantukan,” ungkapnya.
Di sisi pelayanan, fasilitas penunjang terus di perkuat. Area tunggu di perluas, fasilitas sanitasi di perbaiki, serta tersedia mushola, kantin, hingga ruang khusus ibu menyusui untuk menunjang kenyamanan pengguna jasa.
“Fasilitasnye yang kita sediakan seperti ruang tunggu bagi masryakat yang menggunakan jasa pelabuha, toilet, musholla, tempat parkir kendaraan, kantin, ruang ibu menyusui dan fasilitas dasar lainnya yang mendukung kenyamanan penumpang,” ujarnya.
Program arus balik gratis juga sempat di jalankan sebagai bentuk layanan tambahan bagi masyarakat.
“Kita kemarin gunakan KN Sarotama mudik gratis untuk 152 orang,” pungkasnya.
Secara umum, tingginya mobilitas di pelabuhan Kuala Tungkal mencerminkan masih kuatnya peran transportasi laut sebagai penghubung antarwilayah pesisir dan kepulauan. Jalur ini menjadi pilihan utama bagi masyarakat karena efisiensi biaya dan akses yang lebih dekat dengan daerah tujuan.
Di sisi lain, tren pergeseran tujuan perjalanan saat arus balik menunjukkan perubahan pola mobilitas pasca-Lebaran. Perjalanan jarak pendek menjadi dominan, menandakan aktivitas ekonomi lokal mulai kembali bergerak lebih cepat di banding perjalanan lintas provinsi atau luar negeri.(Tim)






