KLIKINAJA.COM – Libur Lebaran 2026 membawa dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisata ke Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi. Dalam kurun waktu 22 hingga 27 Maret 2026, jumlah wisatawan yang datang tercatat mencapai 9.258 orang.
Kawasan percandian yang di kenal sebagai salah satu situs purbakala terluas di Asia Tenggara ini kembali menjadi destinasi favorit masyarakat selama masa libur panjang Idul Fitri.
Pengelola tiket masuk KCBN Muaro Jambi, Mursalin, menjelaskan bahwa lonjakan pengunjung tidak terjadi sejak hari pertama Lebaran. Justru, peningkatan signifikan baru terlihat beberapa hari setelahnya.
Puncak Kunjungan Terjadi di Hari Ketiga dan Keempat Lebaran
Menurut Mursalin, tren kunjungan menunjukkan pola yang cukup konsisten, di mana wisatawan mulai memadati lokasi setelah momentum silaturahmi keluarga selesai.
“Hari pertama Lebaran itu libur, praktis belum ada kunjungan yang signifikan. Puncaknya itu di Lebaran ketiga dan keempat. Dalam dua hari itu saja jumlahnya hampir 5 ribu orang,” katanya.
Lonjakan tajam pada hari ketiga dan keempat Lebaran ini mencerminkan kebiasaan masyarakat yang lebih memprioritaskan berkumpul bersama keluarga di awal hari raya, sebelum akhirnya memilih berwisata di hari berikutnya.
Di dominasi Wisatawan Lokal, Luar Daerah Mulai Meningkat
Dari sisi asal pengunjung, mayoritas wisatawan masih berasal dari wilayah Jambi dan sekitarnya. Meski begitu, jumlah wisatawan dari luar daerah juga menunjukkan peningkatan di bandingkan hari biasa.
Mursalin menyebutkan, keberagaman pengunjung mulai terlihat seiring semakin populernya kawasan ini sebagai tujuan wisata sejarah dan edukasi.
“Wisatawan datang beragam, ada dari luar daerah juga. Tapi memang mayoritas masih dari dalam daerah,” sampainya.
KCBN Muaro Jambi sendiri di kenal memiliki nilai historis tinggi dengan luas kawasan yang mencapai ribuan hektare. Kompleks ini menyimpan berbagai struktur candi dan peninggalan budaya yang menjadi daya tarik utama, baik bagi wisatawan umum maupun peneliti.
Meningkatnya jumlah kunjungan selama libur Lebaran juga menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata daerah. Pergerakan wisatawan di nilai mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari pedagang hingga pelaku jasa wisata.
Ke depan, pengelolaan kawasan diharapkan terus di tingkatkan, baik dari sisi fasilitas maupun promosi, agar daya tarik Muaro Jambi semakin kuat sebagai destinasi unggulan nasional.(Tim)






