NTP Jambi Naik 1,11 Persen, Harga Sawit dan Karet Dongkrak Kesejahteraan Petani

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi NTP Jambi Naik 1,11 Persen.

Ilustrasi NTP Jambi Naik 1,11 Persen.

KLIKINAJA.COM – Kabar baik datang dari sektor pertanian di Provinsi Jambi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan kesejahteraan petani yang tercermin dari naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2026.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, Aidhil Adha, menyebutkan NTP mengalami kenaikan sebesar 1,11 persen. Lonjakan ini di picu oleh menguatnya harga sejumlah komoditas unggulan di sektor perkebunan.

“Komoditas penyumbang utama kenaikan indeks yang di terima petani adalah karet, kelapa sawit, dan kelapa. Ketiganya mengalami tren positif yang berdampak langsung pada pendapatan petani di lapangan,” ujarnya.

Kenaikan tersebut terjadi karena indeks harga yang di terima petani meningkat lebih tinggi di bandingkan indeks harga yang harus di bayar petani. Komponen yang di bayar petani mencakup kebutuhan rumah tangga, biaya produksi, hingga penambahan barang modal.

Baca Juga :  Halal Bihalal Luhah Rio Singaro, Wako Sungai Penuh Ajak Perkuat Persatuan

Secara rinci, peningkatan NTP di dorong oleh tiga subsektor utama. Subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 1,51 persen, subsektor peternakan meningkat 1,80 persen, dan subsektor perikanan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,24 persen.

Di sisi lain, tidak semua subsektor mengalami tren positif. Tanaman pangan tercatat turun 0,77 persen, sementara subsektor hortikultura mengalami penurunan cukup dalam hingga 4,86 persen.

Selain NTP, indikator lain yang turut menguat adalah Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP). Pada Maret 2026, NTUP naik 1,01 persen, dari 182,43 pada Februari menjadi 184,26. Angka ini menunjukkan bahwa kinerja usaha pertanian secara keseluruhan masih berada dalam kondisi yang cukup stabil.

Baca Juga :  Kerinci Percepat Penguatan Sektor Pangan untuk Capai Target Swasembada Benih 2026

Aidhil menjelaskan, meskipun terdapat kenaikan biaya produksi, harga jual komoditas utama seperti kelapa sawit dan karet yang tetap tinggi mampu menjaga keuntungan petani. Kondisi ini membuat daya beli petani di Jambi tetap berada pada level yang baik.

“Tingkat kemakmuran seorang petani itu melalui NTP, kalau mau melihat usahanya atau produksinya di NTUP,” tutupnya.(Tim)

Berita Terkait

Tarif Travel Naik Diam-Diam? Dishub Sungai Penuh Turun Tangan
Kopi Kerinci Jambi Tembus Malaysia, Bukti Kualitas Mendunia
Dituding Terlibat PETI, Ini Penjelasan Bupati Bungo Dedy Putra
Wabup Sarolangun Resmikan Dapur SPPG, Perkuat Program Gizi Nasional
Tarif Travel Kerinci–Sungai Penuh Naik Pascale baran 2026, Ini Rinciannya
Terminal Baru Bandara Depati Parbo Resmi Beroperasi, Ini Perubahan Pentingnya
Rencana Pembatasan BBM Subsidi 2026 Picu Antrean di SPBU
Target IP 300 di Tanjabtim Tersendat, Ini Kendala di Lapangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 12:00 WIB

Tarif Travel Naik Diam-Diam? Dishub Sungai Penuh Turun Tangan

Kamis, 2 April 2026 - 10:00 WIB

Kopi Kerinci Jambi Tembus Malaysia, Bukti Kualitas Mendunia

Kamis, 2 April 2026 - 09:00 WIB

NTP Jambi Naik 1,11 Persen, Harga Sawit dan Karet Dongkrak Kesejahteraan Petani

Kamis, 2 April 2026 - 08:00 WIB

Dituding Terlibat PETI, Ini Penjelasan Bupati Bungo Dedy Putra

Rabu, 1 April 2026 - 19:00 WIB

Tarif Travel Kerinci–Sungai Penuh Naik Pascale baran 2026, Ini Rinciannya

Berita Terbaru

Bisnis

Link DANA Kaget Hari Ini, Cara Klaim Saldo Gratis Cepat

Kamis, 2 Apr 2026 - 11:00 WIB