KLIKINAJA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Depati Parbo Kerinci merilis prakiraan cuaca mingguan untuk wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh periode 2 hingga 8 April 2026.
Dalam laporan tersebut, kondisi atmosfer selama sepekan ke depan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari skala global hingga lokal. Meski aktivitas global tidak menunjukkan peningkatan signifikan, faktor regional seperti penguatan Monsun Australia mulai berdampak pada aliran udara kering yang bergerak menuju Indonesia. Kondisi ini menjadi salah satu indikator awal peralihan musim menuju kemarau di sejumlah wilayah.
Namun demikian, potensi hujan tetap tinggi. Hal ini di picu oleh pergerakan gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby yang melintasi wilayah Sumatera bagian utara hingga tengah. Kombinasi ini memperkuat pembentukan awan hujan, termasuk di wilayah Jambi.
Selain itu, kondisi atmosfer lokal di wilayah Sumatera, khususnya Jambi, juga terpantau cukup labil. Situasi ini mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dalam intensitas bervariasi.
Secara umum, cuaca di Kerinci dan Sungai Penuh selama periode tersebut di perkirakan di dominasi kondisi berawan hingga hujan ringan sampai sedang. Hujan berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari, dan dalam beberapa kasus dapat di sertai petir serta angin kencang.
Kepala Stasiun Meteorologi Depati Parbo Kerinci, Kurnia Ningsih, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
“Dalam periode ini, potensi hujan masih cukup tinggi, terutama pada siang hingga malam hari. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem seperti petir dan angin kencang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dinamika atmosfer yang terjadi saat ini memungkinkan pertumbuhan awan hujan berkembang lebih cepat di beberapa wilayah.
“Kondisi atmosfer yang labil turut mendukung pembentukan awan konvektif. Oleh karena itu, masyarakat di harapkan terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG,” tambahnya.
Masyarakat di imbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem seperti angin kencang, puting beliung, hujan lebat disertai kilat atau petir, hingga hujan es.
Selain itu, dampak lanjutan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, pohon tumbang, jalan licin, hingga menurunnya jarak pandang juga perlu di antisipasi, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar rumah maupun pengguna jalan.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat terus memantau informasi cuaca terbaru dan mengikuti imbauan resmi guna meminimalkan risiko yang dapat di timbulkan oleh perubahan cuaca yang cepat.
Kalau mau, saya bisa lanjut bantu bikin 3 kutipan highlight (pull quote) biar lebih menarik untuk layout berita atau media sosial.(Tim)






