Kementerian Kebudayaan Terima 10 Usulan Gelar Pahlawan Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 Oktober 2025 - 06:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon  (Foto: Dokumentasi Kementerian Kebudayaan)

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon (Foto: Dokumentasi Kementerian Kebudayaan)

Britainaja, Jakarta – Kementerian Kebudayaan menyatakan telah menerima surat dari Kementerian Sosial (Kemensos) terkait daftar nama calon penerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025. Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan bahwa proses penentuan masih menunggu pembahasan resmi Dewan Gelar.

“Sebagai Ketua Dewan Gelar, kami menerima usulan dari Kemensos yang di sertai kajian Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat (TP2GP). Namun, sampai sekarang rapat pembahasan belum di lakukan,” kata Fadli usai menghadiri acara Taklimat Media: Lomba Menulis Surat Nasional 2025 di Jakarta, Jumat (3/10/2025).

Menurut Fadli, usulan gelar pahlawan tidak bisa langsung di putuskan. Prosesnya harus melalui sejumlah tahapan, mulai dari seminar di daerah, pengumpulan data antemortem tokoh, hingga kajian mendalam oleh TP2GP.

“Biasanya ada nama yang di usulkan kembali atau carry over dari tahun sebelumnya. Hal ini wajar, karena masih ada persyaratan yang harus di lengkapi,” jelasnya.

Meski begitu, Fadli belum bisa mengungkapkan siapa saja nama yang telah di ajukan. Ia menegaskan, Dewan Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan baru akan membahas daftar tersebut dalam rapat resmi mendatang.

Baca Juga :  Katy Perry dan Justin Trudeau Terciduk Romantis di Atas Kapal Mewah

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati Kurniasih, menyebut sudah ada 10 nama yang di ajukan untuk tahun 2025. Dari jumlah tersebut, empat merupakan usulan baru, sementara enam tokoh lain adalah pengusulan kembali dari periode sebelumnya.

“Proposal yang masuk ke kami tahun ini ada sepuluh. Empat nama baru dan enam merupakan pengajuan kembali,” kata Mira.

Berikut enam tokoh yang kembali di usulkan:

  1. K.H. Abdurrahman Wahid (Jawa Timur)

  2. Jenderal Soeharto (Jawa Tengah)

  3. K.H. Bisri Sansuri (Jawa Timur)

  4. Idrus bin Salim Al-Jufri (Sulawesi Tengah)

  5. Teuku Abdul Hamid Azwar (Aceh)

  6. K.H. Abbas Abdul Jamil (Jawa Barat)

Sedangkan empat nama baru yang di usulkan tahun ini adalah:

  1. Anak Agung Gede Anom Mudita (Bali)

  2. Deman Tende (Sulawesi Barat)

  3. Prof. Dr. Midian Sirait (Sumatera Utara)

  4. K.H. Yusuf Hasim (Jawa Timur)

Baca Juga :  PLTA Merangin Hidro Buka Suara Soal Menyusutnya Debit Air Danau Kerinci

Nama mantan Presiden Soeharto kembali masuk dalam daftar usulan. Namun, Fadli Zon menegaskan pihaknya belum bisa memberikan tanggapan sebelum Dewan Gelar menggelar rapat resmi.

“Terkait nama Pak Harto, kami belum bisa menyampaikan sikap karena rapat pembahasan belum di lakukan,” ujarnya.

Usulan gelar Pahlawan Nasional biasanya di ajukan oleh pemerintah daerah melalui kajian akademis dan seminar, kemudian di teruskan ke Kemensos untuk disaring. Setelah itu, Tim DVI dan TP2GP akan melakukan penelitian dan penilaian mendalam.

Setiap tahun, pemerintah mengumumkan penerima gelar Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November. Gelar ini di berikan sebagai bentuk penghormatan negara kepada tokoh yang di anggap berjasa luar biasa bagi bangsa dan negara.

Proses seleksi calon Pahlawan Nasional 2025 kini masih dalam tahap awal. Dengan masuknya 10 nama dari berbagai daerah, publik menantikan siapa saja tokoh yang akan mendapat pengakuan resmi sebagai pahlawan bangsa. (Tim)

Berita Terkait

Harga BBM Belum Naik, Pemerintah Andalkan APBN Tahan Tekanan Global
Idul Fitri 2026 Ditetapkan 21 Maret, Hilal Tak Terlihat
Cari Lokasi Salat Idulfitri 1447 H Kini Lebih Mudah Secara Digital
IHSG Tertekan, Menkeu Purbaya Yakin Tembus 10.000 Tahun 2026
Bayar Pajak Kendaraan Tanpa BPKB, Proses Makin Praktis
Cara Daftar SPPI Kopdes Merah Putih 2026 Lengkap Syarat dan Jadwal
Kemenag Pantau Hilal di 117 Titik, Sidang Isbat Tentukan Idul Fitri 1447 H
BMKG Ungkap Penyebab Jakarta Terasa Lebih Panas Saat Pancaroba
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:37 WIB

Harga BBM Belum Naik, Pemerintah Andalkan APBN Tahan Tekanan Global

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:00 WIB

Idul Fitri 2026 Ditetapkan 21 Maret, Hilal Tak Terlihat

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:00 WIB

Cari Lokasi Salat Idulfitri 1447 H Kini Lebih Mudah Secara Digital

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:00 WIB

IHSG Tertekan, Menkeu Purbaya Yakin Tembus 10.000 Tahun 2026

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:00 WIB

Bayar Pajak Kendaraan Tanpa BPKB, Proses Makin Praktis

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Teknologi

AI Ambil Alih Coding, Peran Programmer Kini Berubah

Sabtu, 21 Mar 2026 - 17:10 WIB

Ilustrasi

Teknologi

Registrasi SIM Wajib Biometrik 2026, Aturan Baru dan Dampaknya

Sabtu, 21 Mar 2026 - 16:00 WIB