KLIKINAJA, SUNGAIPENUH – Sebanyak 30 keluarga di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, akhirnya bisa bernapas lega. Melalui program Bedah Rumah senilai Rp600 juta dari Pemerintah Provinsi Jambi, rumah-rumah mereka yang dulu reyot kini mulai berubah menjadi tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat.
Di salah satu sudut Desa Sungai Ning, Kecamatan Sungai Bengkal, tumpukan batu bata dan kayu menjadi saksi lahirnya harapan baru bagi warga. Di antara mereka, ada para kepala keluarga yang selama bertahun-tahun tinggal di rumah berlantai tanah dengan dinding kayu lapuk. Kini, berkat bantuan program Bedah Rumah, impian memiliki rumah yang layak bukan lagi sekadar angan.
Gubernur Jambi, Al Haris, menyebut program ini sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memperbaiki kesejahteraan masyarakat. “Kami tidak ingin ada warga Jambi yang tinggal di rumah tak layak. Rumah yang baik bukan hanya tempat berteduh, tapi juga pondasi bagi keluarga untuk hidup lebih sejahtera,” ujarnya saat meninjau lokasi, Sabtu (8/11/2025).
Usai menyerahkan bantuan secara simbolis, Al Haris bersama Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, langsung melihat progres pembangunan di lapangan. Mereka meninjau sejumlah rumah yang sedang di bangun dan memasang plang penanda program di beberapa titik. Suasana penuh semangat tampak dari para warga yang ikut bergotong royong membangun rumah mereka sendiri.
Menurut Al Haris, pemerintah provinsi akan terus melanjutkan program Bedah Rumah meskipun di hadapkan pada keterbatasan anggaran. Ia memastikan kolaborasi dengan pemerintah pusat dan sektor swasta akan terus di upayakan agar lebih banyak warga yang menerima manfaat. “Kami ingin program ini berkelanjutan dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan pemerintah provinsi. Ia menilai, bantuan tersebut bukan hanya memperbaiki fisik rumah, tetapi juga mengubah kualitas hidup masyarakat. “Banyak warga kami yang selama ini tinggal di rumah yang tidak layak. Dengan rumah baru, mereka bisa hidup lebih sehat, tenang, dan punya semangat baru,” katanya.
Bagi warga penerima bantuan, program ini bagaikan anugerah. Salah satunya, Ibu Rahmah, seorang janda yang telah bertahun-tahun tinggal di rumah berdinding papan rapuh. “Dulu kalau hujan, air masuk dari atap. Sekarang saya bisa tidur nyenyak tanpa takut bocor lagi,” ujarnya sambil tersenyum haru.
Program Bedah Rumah tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa gotong royong di tengah masyarakat. Banyak warga sekitar yang ikut membantu proses pembangunan, mulai dari mengangkut pasir hingga memasang batu bata. Bagi mereka, membantu tetangga berarti ikut memperkuat solidaritas antarwarga.
Inisiatif Bedah Rumah di Sungai Penuh menjadi bukti bahwa pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar warga dapat menghadirkan perubahan nyata. Dengan hunian yang layak, warga tak hanya mendapatkan tempat tinggal baru, tetapi juga semangat untuk menata masa depan yang lebih baik.(Dea)









