Klikinaja, Jambi – Aksi pengeroyokan yang menimpa dua warga Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Tebo, Jambi, bikin geger. Dalam konferensi pers yang digelar Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi pada Jumat (2/5/2025), polisi akhirnya buka suara soal insiden yang terjadi di Desa Betung Bedarah Barat, Kecamatan Tebo Ilir.
Kejadian ini terjadi pada Selasa siang, 29 April 2025, sekitar pukul 12.30 WIB. Bermula dari patroli rutin perusahaan yang menduga ada aktivitas pencurian oleh warga SAD. Dua orang warga SAD yang ditemukan di lokasi sempat diamankan. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, keributan tak terhindarkan dan berujung pemukulan yang bikin korban tak sadarkan diri.
“Pelaku diduga bertindak spontan karena mengira warga SAD ini mencuri. Tapi saat kami cek di lapangan, justru warga SAD ini tak sempat melawan, karena langsung dihajar ramai-ramai,” jelas Dirreskrimum Polda Jambi, Kombespol Manang Soebekti.
Dua orang yang diduga yang menjadi pelaku sudah diamankan dan kini ditahan di Rutan Polres Tebo. Mereka bakal menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.
Kapolres Tebo, AKBP Triyanto, memastikan pihaknya tak tinggal diam dengan kejadian ini. “Kami langsung kirim personel untuk mengamankan lokasi agar situasi tetap kondusif. Alhamdulillah, sampai sekarang kondisi di lapangan aman dan terkendali,” ujarnya.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan komunitas adat yang kerap kali rentan terhadap konflik sosial. Polda Jambi menegaskan bakal menindak tegas siapa pun yang main hakim sendiri. (W)









