Astronaut China Pulang Selamat Usai Penundaan karena Kerusakan Kapsul

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 November 2025 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para astronaut misi luar angkasa Shenzhou-20 Tiongkok (kiri) Wang Jie, Chen Zhongrui, dan Chen Dong melambaikan tangan saat upacara keberangkatan sebelum menaiki bus untuk membawa mereka ke pesawat luar angkasa Shenzhou-20 di Pusat Peluncuran Satelit. Foto: Pedro PARDO / AFP

Para astronaut misi luar angkasa Shenzhou-20 Tiongkok (kiri) Wang Jie, Chen Zhongrui, dan Chen Dong melambaikan tangan saat upacara keberangkatan sebelum menaiki bus untuk membawa mereka ke pesawat luar angkasa Shenzhou-20 di Pusat Peluncuran Satelit. Foto: Pedro PARDO / AFP

KLIKINAJA – Tiga astronaut China akhirnya kembali ke Bumi pada Jumat (14/11) setelah sempat tertahan sembilan hari di orbit akibat kerusakan pada kapsul yang seharusnya membawa mereka pulang.

Ketiga Astonaut tersebut adalah Chen Dong, Chen Zhongrui, dan Wang Jie yang berhasil menyelesaikan misi enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Tiangong dan dijadwalkan kembali pada 5 November. Namun rencana itu berubah ketika badan antariksa China, CMSA, menemukan masalah serius pada pesawat Shenzhou-20.

Kepulangan yang Tertunda karena Retakan Kapsul

Penundaan berawal dari ditemukannya retakan kecil pada jendela Shenzhou-20. Investigasi sementara menilai kerusakan itu kemungkinan disebabkan oleh hantaman puing antariksa, sebuah ancaman yang semakin sering terjadi di orbit rendah Bumi. CMSA menilai kapsul tersebut tidak lagi memenuhi standar keselamatan untuk membawa pulang kru.

Situasi darurat memaksa tim misi untuk mencari alternatif cepat. Shenzhou-21, yang baru tiba dua minggu sebelumnya untuk kru pengganti, akhirnya ditetapkan sebagai kendaraan pemulangan bagi tiga astronaut tersebut.

Pendaratan Mulus di Dongfeng

Shenzhou-21 menyentuh landasan di Situs Pendaratan Dongfeng, Mongolia Dalam, sekitar pukul 16.40 waktu setempat. Proses pemulangan berlangsung lancar, dan ketiga astronaut langsung menjalani pemeriksaan medis awal.

Baca Juga :  Prabowo Hadiri Penandatanganan Perdamaian Gaza di Sharm El-Sheikh

Komandan misi, Chen Dong, menyampaikan bahwa rangkaian kejadian ini menjadi ujian nyata bagi program luar angkasa China. Ia mengatakan seluruh tim membuktikan kesiapan menghadapi skenario tak terduga di orbit.

“Semua proses menunjukkan bahwa keselamatan astronaut selalu menjadi prioritas utama. Meski penuh tantangan, kami bersyukur misi ini tetap berhasil,” ungkap Chen Dong seperti dilaporkan Xinhua.

Rekan setimnya, Wang Jie, juga mengungkapkan rasa lega setelah kembali merasakan gravitasi Bumi. Ia menilai enam bulan berada di ruang hampa merupakan pengalaman yang membentuk mental dan fisik mereka.

Dampak Logistik bagi Kru Pengganti

Di balik kepulangan yang sukses, CMSA kini menghadapi persoalan logistik yang tidak ringan. Shenzhou-21 yang dipakai untuk mengevakuasi kru lama seharusnya menjadi pesawat darurat bagi tim baru di Tiangong. Tanpa kapsul evakuasi, kru pengganti tidak memiliki kendaraan jika terjadi insiden mendesak.

Untuk mengisi kekosongan itu, CMSA memastikan bahwa pesawat Shenzhou-22 akan diluncurkan pada waktu yang dianggap paling aman. Sementara itu, Shenzhou-20 yang rusak tidak akan segera diturunkan ke Bumi. Kapsul tersebut tetap berada di orbit sebagai objek penelitian tambahan terkait dampak puing antariksa.

Baca Juga :  Alex Marquez Raih Kemenangan Spektakuler di MotoGP Malaysia 2025

Ancaman Serius Sampah Antariksa

Insiden ini menambah daftar panjang masalah yang terkait dengan sampah antariksa. Laporan terbaru dari Badan Antariksa Eropa (ESA) pada 21 Oktober 2025 menyebut orbit Bumi kini penuh sesak dengan serpihan logam dan fragmen kecil yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Menurut laporan tersebut, total massa objek buatan manusia di orbit telah melampaui 13.500 metrik ton—hampir dua kali lipat berat struktur baja Menara Eiffel. Model statistik ESA memperkirakan terdapat sekitar 1,2 juta objek berukuran 1–10 cm dan lebih dari 130 juta fragmen berukuran 1 mm–1 cm.

Setiap benda kecil itu dapat menimbulkan kerusakan besar jika menghantam satelit ataupun stasiun luar angkasa. Insiden retakan Shenzhou-20 menjadi bukti nyata betapa seriusnya ancaman tersebut.

Pemulangan kru Shenzhou-20 menandai keberhasilan lain program luar angkasa China, namun sekaligus mengingatkan dunia pada meningkatnya risiko akibat sampah antariksa. Tantangan ini diperkirakan semakin besar seiring bertambahnya aktivitas komersial dan penelitian di orbit rendah Bumi.(Tim)

Berita Terkait

Detik-Detik Konvoi Wali Kota Filipina Dihantam RPG, Jalanan Berubah Medan Tempur
Bulgaria Resmi Pakai Mata Uang Euro 2026, Era Lev Berakhir
Mata Uang Iran Anjlok Tajam, Ini Faktor yang Menekan Rial
10 Mata Uang Dunia Terpuruk Parah Lawan Dolar AS 2025
Jepang Perkenalkan Mesin Cuci Manusia Siap Dipasarkan
Cristiano Ronaldo Bergabung di Fast X Part 2
Pemisahan TikTok AS Disepakati, Investor AS Dominan
Pemeran Film Dewasa Inggris Bonnie Blue Dideportasi dari Bali
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 22:00 WIB

Detik-Detik Konvoi Wali Kota Filipina Dihantam RPG, Jalanan Berubah Medan Tempur

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:00 WIB

Bulgaria Resmi Pakai Mata Uang Euro 2026, Era Lev Berakhir

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:00 WIB

Mata Uang Iran Anjlok Tajam, Ini Faktor yang Menekan Rial

Minggu, 28 Desember 2025 - 17:00 WIB

10 Mata Uang Dunia Terpuruk Parah Lawan Dolar AS 2025

Selasa, 23 Desember 2025 - 13:00 WIB

Jepang Perkenalkan Mesin Cuci Manusia Siap Dipasarkan

Berita Terbaru