KLIKINAJA, KERINCI – Kekhawatiran terhadap kondisi Danau Kaco kembali mencuat setelah seorang penggiat wisata lokal, Dzacky, menyoroti meningkatnya sampah di salah satu destinasi alam unggulan di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kerinci. Ia menilai ulah sebagian pengunjung yang abai menjaga lingkungan mulai mengancam kelestarian kawasan tersebut.
Dzacky menyampaikan bahwa Danau Kaco, yang berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), kerap dikunjungi wisatawan karena kejernihan airnya yang ikonik. Namun, tingginya jumlah kunjungan tidak diimbangi perilaku bertanggung jawab, terutama terkait kebersihan.
Keluhan Penggiat Wisata soal Sampah Pengunjung
Menurut Dzacky, tidak sedikit wisatawan datang hanya untuk berfoto tanpa memikirkan dampak yang mereka tinggalkan. Ia menyebut, sampah plastik, bungkus makanan, hingga jejak aktivitas yang merusak vegetasi alami kini semakin sering ditemukan di sekitar kawasan danau.
Dalam sebuah pernyataan, ia menyindir perilaku sebagian pengunjung yang hanya mengejar konten untuk media sosial. Ia menilai, bila tujuannya hanya berfoto, mereka lebih baik menggunakan foto cetak daripada mendatangi lokasi namun kemudian mengotori lingkungan. Kritik tersebut ia sampaikan sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi lapangan yang dinilainya semakin memburuk.
Ajakan untuk Menjaga Kelestarian Danau Kaco
Dzacky menegaskan bahwa melestarikan Danau Kaco bukan hanya tugas para pegiat wisata atau petugas taman nasional, tetapi juga tanggung jawab setiap orang yang mengunjungi kawasan tersebut. Ia mengajak wisatawan untuk lebih menghargai alam dengan menjaga kebersihan dan tidak merusak fasilitas maupun vegetasi sekitar danau.
Ia menyebut perilaku sebagian pengunjung saat ini cukup memprihatinkan dan bisa berdampak jangka panjang jika tidak segera dibenahi. Menurutnya, kerusakan kecil yang dibiarkan terus-menerus dapat menghilangkan daya tarik utama Danau Kaco, yaitu kejernihan dan keaslian lingkungannya.
Pesona Ikon Wisata Kerinci yang Terancam
Danau Kaco telah lama menjadi salah satu destinasi favorit pendaki dan wisatawan yang datang ke Kerinci. Kombinasi air berwarna biru jernih, vegetasi hijau, serta suasana hutan TNKS menjadikan tempat ini sebagai spot wisata alam yang unik dan berharga. Karena itu, keberlanjutan kawasan tersebut sangat bergantung pada kepedulian para pengunjung.
Meski pihak TNKS dan komunitas pecinta alam secara berkala melakukan kegiatan bersih-bersih, jumlah sampah tetap meningkat seiring bertambahnya wisatawan. Situasi ini menjadi tantangan besar bagi upaya konservasi.
Harapan untuk Wisata yang Lebih Bertanggung Jawab
Dzacky bersama pegiat wisata lainnya berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan semakin tumbuh. Ia menilai edukasi terhadap wisatawan perlu diperkuat agar perilaku tidak bertanggung jawab dapat diminimalisir.
Kawasan Danau Kaco dinilai memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitar. Karena itu, menjaga kelestariannya menjadi hal yang mendesak agar pesona danau tetap dapat dinikmati generasi mendatang.(Dea)









