Ramai Buruh Bermalam di Stasiun Cikarang, Ini Penyebabnya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terjadi penumpukan calon penumpang KRL di Stasiun Pasar Minggu sejak 19.55 WIB imbas penghentian kereta sementara karena gempa Bekasi 4,9 magnitudo. Foto: Febria Adha Larasati

Terjadi penumpukan calon penumpang KRL di Stasiun Pasar Minggu sejak 19.55 WIB imbas penghentian kereta sementara karena gempa Bekasi 4,9 magnitudo. Foto: Febria Adha Larasati

KLIKINANJA, JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menanggapi maraknya buruh yang memilih bermalam di Stasiun Cikarang karena tak kebagian KRL menuju Bekasi dan Jakarta. Pemerintah membuka opsi penambahan jam layanan, bahkan hingga pengoperasian 24 jam, meski keputusan final masih menunggu kajian teknis dan biaya dari PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Dudy menjelaskan Kemenhub akan berkoordinasi dengan KAI dan KAI Commuter untuk menilai kemungkinan perubahan operasional tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan tidak bisa diambil sepihak tanpa perhitungan yang matang.

“Kami akan berdiskusi dengan KAI. Mereka perlu menghitung kembali biaya operasional jika kereta harus berjalan sepanjang hari, atau mungkin ada alternatif lain yang lebih memungkinkan,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/11).

Pantauan Jumlah Buruh yang Menginap

Menurut Dudy, pemerintah juga akan melihat seberapa besar kebutuhan masyarakat sebelum memutuskan penambahan jam operasi. Termasuk memantau jumlah pekerja yang rutin bermalam di stasiun karena tidak terangkut kereta terakhir.

“Kami cek dulu datanya, berapa banyak yang terpaksa menginap. Kalau memang dibutuhkan, kami bicarakan lagi dengan pihak KAI,” kata dia.

Baca Juga :  Harga Emas Mulai Kehilangan Tenaga, Pasar Waspadai Sinyal Ekonomi AS

KAI Imbau Penumpang Tidak Menginap di Stasiun

KAI Commuter menegaskan bahwa stasiun bukan tempat untuk bermalam dan setiap lokasi harus dikosongkan setelah keberangkatan terakhir. Pembersihan serta perawatan rutin wajib dilakukan agar layanan KRL dapat berjalan optimal keesokan harinya.

“Kami harus memastikan seluruh area steril demi keamanan dan perawatan fasilitas,” jelas VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, dalam keterangan tertulis, Selasa (18/11).

Ia menjelaskan bahwa masa perawatan menjadi kunci untuk menjaga performa armada KRL Jabodetabek, yang saat ini beroperasi mulai pukul 04.00 hingga 23.30 WIB. Dalam sehari, KRL melayani 1.063 perjalanan di 83 stasiun.

Karina menambahkan, KAI Commuter sudah memaksimalkan armada yang ada, termasuk pengoperasian 11 rangkaian baru CLI-125 dengan konfigurasi 12 gerbong untuk menjaga headway tetap stabil.

Pengamat: Tambah Satu Jadwal Sudah Cukup

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai pengoperasian KRL 24 jam bukan solusi efektif. Menurutnya, kebutuhan buruh cukup diakomodasi dengan menambah satu jadwal keberangkatan setelah kereta terakhir, disesuaikan dengan jam kerja shift malam.

Baca Juga :  Tarif Cukai Rokok Sentuh 57 Persen, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

“Tidak perlu 24 jam. Demand tengah malam rendah, dan pemeliharaan rel serta armada bisa terganggu. Cukup tambah satu perjalanan setelah jam pulang buruh,” ujarnya kepada kumparan, Selasa (18/11).

Djoko juga menolak wacana penyediaan kereta khusus buruh. Menurutnya, KRL reguler sudah memadai untuk melayani pekerja maupun warga lain yang pulang larut malam.

Kebutuhan Transportasi Sesuai Karakter Masyarakat

Ketua Umum P3HKI, Agusmidah, menilai pemerintah harus menyesuaikan layanan transportasi dengan karakteristik penduduk. Di kawasan industri seperti Cikarang, banyak pekerja pulang pada shift terakhir sehingga memerlukan moda transportasi yang tetap beroperasi hingga malam.

“Pemerintah harus memetakan kebutuhan masyarakat, termasuk pekerja berbasis shift. Itu bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan melindungi pekerja,” jelasnya.

Pemerintah kini menimbang berbagai opsi untuk mengatasi persoalan buruh yang bermalam di stasiun. Keputusan akhir terkait penambahan jam operasional KRL baru akan ditetapkan setelah kajian teknis, kebutuhan penumpang, dan kemampuan operasional KAI benar-benar dipertimbangkan.(Tim)

Berita Terkait

Gaji PPPK Paruh Waktu 2026 Ditetapkan, Ini Nominalnya
Bansos PKH Plus Rp500 Ribu Cair Akhir Februari, Ini Daftar Penerimanya
THR Pensiunan PNS 2026 Kapan Cair? Ini Sinyal Terbaru dari Menkeu
THR ASN, TNI dan Polri 2026 Kapan Cair? Presiden Segera Umumkan
Viral Orang Tua Siswa Datangi SPPG Bekasi Barat, Protes Menu MBG saat Ramadan
Sanksi Tegas LPDP: 8 Alumni Wajib Kembalikan Dana hingga Rp2 Miliar
Jaksa Agung Instruksikan Kejati Usut Korupsi Besar di Daerah
Dugaan Mark Up Bahan Pangan MBG, BGN Ancam Suspend Mitra
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 07:00 WIB

Gaji PPPK Paruh Waktu 2026 Ditetapkan, Ini Nominalnya

Sabtu, 28 Februari 2026 - 01:00 WIB

Bansos PKH Plus Rp500 Ribu Cair Akhir Februari, Ini Daftar Penerimanya

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:00 WIB

THR Pensiunan PNS 2026 Kapan Cair? Ini Sinyal Terbaru dari Menkeu

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:00 WIB

THR ASN, TNI dan Polri 2026 Kapan Cair? Presiden Segera Umumkan

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:00 WIB

Viral Orang Tua Siswa Datangi SPPG Bekasi Barat, Protes Menu MBG saat Ramadan

Berita Terbaru

Sarolangun

Taman Raja Batu Sekaladi Resmi Jadi Ikon Wisata Baru Jambi

Minggu, 1 Mar 2026 - 19:00 WIB