KLIKINANJA, BATANGHARI – Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief kembali menekankan pentingnya etika dan integritas bagi setiap Aparatur Sipil Negara. Menurutnya, pelayanan publik tidak boleh dipandang sekadar rutinitas birokrasi, melainkan bentuk pengabdian moral yang melekat pada jabatan.
Pesan tersebut ia sampaikan saat memimpin Apel Gabungan Pemerintah Kabupaten Batang Hari yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 dan Hari Ikan Nasional 2025.
Dalam arahannya, Fadhil menilai bahwa ASN memegang peran kunci dalam memastikan pelayanan pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, ia menegaskan bahwa seluruh proses kerja—baik administrasi, pelayanan kesehatan, maupun pelayanan langsung lainnya—harus dilandasi keikhlasan dan tanggung jawab moral, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
“Pelayanan yang baik hanya lahir dari ketulusan. Kita ada untuk melayani masyarakat, bukan untuk sekadar terlihat bekerja,” ujar Fadhil. Ia mengingatkan bahwa sikap pamrih, kompetisi tidak sehat, atau mencari pengakuan justru akan merusak kultur kerja birokrasi.
Fadhil menjelaskan, ketika pelayanan diberikan dengan hati, budaya kerja yang sehat akan terbentuk. ASN akan lebih fokus pada kebutuhan warga, mampu bekerja sama, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan daerah. Ia percaya bahwa keikhlasan merupakan fondasi penting untuk menciptakan layanan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Selain menekankan aspek moral dalam pelayanan publik, Fadhil juga membacakan sejumlah pesan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia terkait penguatan sektor kesehatan. Pesan tersebut mencakup penguatan layanan kesehatan primer, percepatan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mendorong kolaborasi antarinstansi untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat.
Menurut Fadhil, investasi di sektor kesehatan harus dilakukan secara sistematis karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai bahwa generasi masa depan membutuhkan fondasi kesehatan yang kuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan. “Setiap langkah inovasi hari ini adalah modal penting bagi daerah kita untuk tumbuh lebih baik,” ujarnya.
Fadhil juga mengingatkan seluruh ASN dan PPPK untuk selalu memperhatikan etika pelayanan. Sikap ramah, sopan, dan responsif menjadi bagian dari standar layanan yang wajib dijalankan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ASN Nomor 5 Tahun 2014 serta regulasi terbaru terkait peningkatan mutu pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa pelayanan yang humanis dan tepat sasaran akan memberi dampak positif bagi efektivitas pemerintahan daerah.
Apel gabungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan publik di Batang Hari. Dengan menanamkan nilai moral dalam setiap tugas, Fadhil berharap kinerja birokrasi dapat semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sebagai penutup, Fadhil mengajak seluruh ASN untuk menjadikan setiap tugas sebagai bentuk ibadah dan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Ia berharap perubahan pola pikir ini dapat selaras dengan berbagai program pemerintah yang terus digalakkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Batang Hari.(Tim)









