KLIKINANJA, KERINCI – Kabupaten Kerinci resmi ditetapkan sebagai salah satu daerah yang memperoleh Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) 2026, sebuah inisiatif prioritas pemerintah pusat yang dikelola Kementerian Kesehatan. Penetapan ini menjadi titik penting upaya panjang pemerintah daerah yang mendorong peningkatan layanan kesehatan selama beberapa tahun terakhir.
PHTC merupakan program strategis nasional yang diarahkan untuk mempercepat pemerataan fasilitas medis di seluruh Indonesia. Melalui skema tersebut, Kerinci akan menerima dukungan anggaran sekitar Rp170 miliar untuk pembangunan dan peningkatan RSUD Bukit Tengah hingga mencapai standar rumah sakit Tipe C pada tahun 2026.
Peningkatan status rumah sakit ini diproyeksikan menghadirkan layanan medis yang lebih lengkap, termasuk hadirnya dokter spesialis serta peralatan kesehatan modern. Dengan begitu, masyarakat Kerinci ke depan tidak perlu lagi melakukan rujukan ke luar daerah hanya untuk mendapatkan pelayanan spesialistik dasar.
Tim Konsultan Kemenkes Mulai Survei Awal
Keseriusan pemerintah pusat sudah terlihat sejak Kamis, 20 November, ketika Kementerian Kesehatan menurunkan tim konsultan perencana dari Universitas Sumatera Utara (USU). Tim tersebut melakukan survei lapangan dan pengukuran detail di kawasan RSUD Bukit Tengah sebagai tahap awal penyusunan konsep desain pembangunan.
Kehadiran tim konsultan disambut langsung oleh Bupati kerinci, Kepala Dinas Kesehatan, Asisten II , perwakilan dari PUPR, BPKPD, Bapeda dan Pihak Manajemen RSUD Kabupaten Kerinci. Aktivitas ini sekaligus menandai dimulainya proses teknis yang diperlukan sebelum memasuki fase perencanaan dan konstruksi fisik.
Survei tersebut sangat penting untuk memastikan bahwa pembangunan yang akan dilakukan sesuai standar, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan masyarakat dalam jangka panjang.
Hanya Empat Kabupaten di Sumatera yang Lolos
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal, menjelaskan bahwa Kerinci berhasil masuk program ini karena memenuhi berbagai kriteria kesiapan yang dipersyaratkan Kementerian Kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa PHTC merupakan bagian dari program kesehatan nasional “Indonesia 66” yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Untuk wilayah Sumatera, hanya empat kabupaten yang dinyatakan lolos dan salah satunya adalah Kabupaten Kerinci.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kesiapan daerah, terutama karena Kerinci sudah memiliki dua rumah sakit yang terdaftar dan di-launching oleh Kementerian Kesehatan, yakni RS Bukit Kerman dan RS Bukit Tengah,” ungkap Hermendizal dalam keterangannya.
Menurutnya, kehadiran dua fasilitas tersebut menunjukkan bahwa Kerinci sudah memiliki pondasi kuat untuk menerima pembangunan rumah sakit Tipe C yang lebih komprehensif.
Perjuangan Pemerintah Daerah Membuahkan Hasil
Penetapan Kerinci sebagai penerima PHTC 2026 sekaligus menjadi bukti keberhasilan diplomasi dan perjuangan Bupati Kerinci dalam mengupayakan peningkatan layanan kesehatan di tingkat pusat. Pemerintah daerah sebelumnya telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung, melakukan presentasi teknis, serta menjalin komunikasi intensif dengan kementerian terkait.
Bupati Kerinci disebut terus mendorong agar kualitas layanan kesehatan daerah dapat bersaing dengan wilayah lain. Melalui peningkatan RSUD Bukit Tengah ke Tipe C, pemerintah berharap akses masyarakat terhadap layanan spesialis akan semakin mudah dan terjangkau.
Selain itu, kualitas infrastruktur kesehatan yang meningkat juga dinilai akan berkontribusi pada percepatan pembangunan daerah, termasuk penguatan pelayanan rujukan di kawasan Kerinci dan sekitarnya.
Dengan bergabungnya Kerinci ke dalam Program PHTC 2026, masyarakat dapat berharap adanya perubahan signifikan pada layanan kesehatan dalam beberapa tahun ke depan. Peningkatan status RSUD Bukit Tengah menjadi Tipe C menjadi langkah besar menuju pelayanan yang lebih modern, merata, dan berkualitas.(Dea)









