KLIKINAJA, JAKARTA – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk kembali melemah pada perdagangan Jumat, 21 November 2025. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan terkoreksinya harga emas global yang terseret data tenaga kerja Amerika Serikat.
Harga jual emas Antam hari ini dipatok Rp 2.348.000 per gram, lebih rendah Rp 16.000 dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Informasi tersebut tercantum dalam laporan Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam.
Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) juga ikut turun. Antam memasang tarif Rp 2.209.000 per gram bagi konsumen yang ingin menjual kembali emas batangan mereka.
Rincian Harga Emas Antam Berdasarkan Ukuran
Antam menyediakan beragam pilihan berat emas, dari ukuran terkecil hingga paling besar. Pada perdagangan hari ini, berikut daftar harganya:
0,5 gram: Rp 1,224 juta
5 gram: Rp 11,515 juta
10 gram: Rp 22,975 juta
25 gram: Rp 57,312 juta
50 gram: Rp 114,545 juta
100 gram: Rp 229,012 juta
250 gram: Rp 572,265 juta
500 gram: Rp 1,144,320 miliar
1.000 gram (1 kg): Rp 2,288,6 miliar
Harga tersebut belum termasuk pengenaan pajak sebagaimana diatur dalam PMK No. 34/PMK.10/2017. Untuk transaksi jual kembali di atas Rp 10 juta, konsumen dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP, yang dipotong langsung dari nilai total.
Harga Emas Dunia Melemah Ditekan Data Ekonomi AS
Koreksi harga emas tidak hanya terjadi di pasar domestik. Emas global juga bergerak turun pada pagi hari ini, setelah muncul laporan tenaga kerja AS yang jauh lebih kuat dari prediksi analis.
Menurut data yang dihimpun dari The Economic Times, harga emas spot internasional terkoreksi 0,2 persen menjadi US$ 4.062,79 per ons. Meski demikian, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember justru naik tipis 0,2 persen ke level US$ 4.068,10 per ons.
Para pelaku pasar menilai, penguatan sektor tenaga kerja AS dapat memperkecil peluang penurunan suku bunga bank sentral dalam waktu dekat. Kondisi ini membuat investor kembali memilih aset berisiko, sehingga menekan minat pada emas sebagai aset lindung nilai.
Dinamika Pasar Menjelang Akhir Pekan
Penurunan harga emas Antam pada perdagangan hari ini memperpanjang tren koreksi yang terjadi selama sepekan terakhir. Perubahan sentimen global menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan logam mulia, terutama ketika data ekonomi AS menunjukkan kemampuan ekonomi bertahan kuat.
Di sisi lain, permintaan emas fisik di dalam negeri cenderung stabil memasuki akhir tahun, terutama untuk kebutuhan investasi jangka panjang. Analis menilai harga emas masih berpotensi bergerak variatif dalam beberapa pekan mendatang, seiring dinamika ekonomi global dan kebijakan suku bunga.
Perdagangan emas hari ini menunjukkan tekanan baik di pasar domestik maupun internasional. Harga jual dan buyback Antam kompak melemah, sementara emas global terkoreksi akibat sentimen ekonomi AS. Investor disarankan memantau perkembangan data ekonomi dan kebijakan moneter untuk menentukan strategi investasi berikutnya.(Dea)









