Tiga Relawan SAD Bantu Kepulangan Bilqis Mendapat Penghargaan dari Bupati Merangin

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ASN di Merangin Dapat Penghargaan Atas Pembebesan Bilqis, Foto: Humas Pemkab Merangin

ASN di Merangin Dapat Penghargaan Atas Pembebesan Bilqis, Foto: Humas Pemkab Merangin

KLIKINAJA, MERANGIN – Kepulangan Bilqis ke rumah keluarganya di Makassar menjadi titik terang dari kasus penculikan yang beberapa waktu lalu menyita perhatian publik. Di balik proses pemulangannya, ada peran penting tiga pegiat Sub Bidang Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (SAD) Merangin, yakni Nurul Anggraini Pratiwi, Azrul Affandi, dan Husnul Hotim. Ketiganya bekerja hening di lapangan, namun berperan besar dalam memastikan keselamatan Bilqis.

Informasi mengenai lokasi Bilqis pertama kali diterima oleh tim SAD Merangin. Tanpa menunggu lama, tiga pegiat itu bergerak menuju Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam sebuah wilayah yang dikenal sebagai pemukiman Suku Anak Dalam. Lokasi tersebut membutuhkan pendekatan sosial yang sensitif, mengingat karakteristik masyarakatnya serta potensi kesalahpahaman jika ditangani secara keliru.

Setibanya di sana, tim memilih jalur dialog dengan warga. Mereka mengedepankan komunikasi personal untuk memastikan keberadaan Bilqis serta menjaga situasi tetap kondusif. Pendekatan ini dinilai krusial karena operasi penjemputan yang terlalu formal berisiko memicu ketegangan. Dengan memahami pola interaksi komunitas adat, ketiga pegiat itu dapat meyakinkan warga agar Bilqis bisa dibawa pulang dengan aman.

Bupati Merangin, H. M. Syukur, memberikan apresiasi terbuka terhadap langkah tersebut. Dalam pernyataannya, Syukur menilai keberhasilan tiga staf SAD ini membuktikan bahwa perlindungan anak tidak selalu harus bergantung pada aparat penegak hukum. Menurutnya, pendekatan sosial dan kedekatan dengan komunitas sering kali menjadi kunci penyelesaian kasus sensitif, terutama di wilayah adat.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pemulangan Bilqis menjadi contoh nyata pentingnya peran masyarakat lokal dalam mendukung kerja perlindungan anak. “Pemahaman terhadap kondisi sosial setempat bisa menjadi jembatan yang tidak dimiliki institusi formal,” ujarnya.

Peristiwa ini pun membuka diskusi lebih luas tentang kondisi anak-anak dalam komunitas rentan, terutama Suku Anak Dalam. Pemerintah daerah melihat kasus Bilqis sebagai pengingat bahwa masalah perlindungan anak harus berjalan seiring dengan peningkatan akses pendidikan. Banyak anak SAD yang masih mengalami keterbatasan untuk mengenyam pendidikan formal karena jarak, fasilitas, maupun budaya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Merangin sedang menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat pada tahun 2026. Program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak anak SAD, sekaligus memberikan ruang pendidikan yang adaptif terhadap nilai dan kehidupan komunitas adat.

Di tingkat desa, kasus Bilqis juga memunculkan dorongan untuk memperkuat jejaring perlindungan anak. Keberadaan tenaga lapangan yang memahami konteks budaya lokal dinilai sangat penting. Mereka tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga jembatan komunikasi yang dapat mencegah konflik dan memastikan hak anak tetap terjaga.

Kepulangan Bilqis menjadi bukti bahwa kerja kolaboratif antara pemerintah, tenaga lapangan, dan masyarakat adat dapat menyelesaikan masalah yang kompleks. Pengalaman ini diharapkan menjadi model penanganan kasus perlindungan anak di wilayah lain yang memiliki karakter sosial serupa.

Kasus Bilqis menegaskan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam menjaga keselamatan anak, sekaligus memperkuat urgensi akses pendidikan bagi kelompok rentan seperti Suku Anak Dalam.(Tim)
Baca Juga :  Ramai Isu Pemotongan TPP ASN Tahun 2026, Ini Penjelasan Bupati M. Syukur

Berita Terkait

Bupati Merangin Instruksikan Camat dan Kades Siaga 18–24 Maret, Dilarang Tinggalkan Wilayah
Bupati Merangin M Syukur Pastikan Jalan Perbatasan Tebo Tetap Dibangun 2026
Ratusan PPPK Paruh Waktu di Merangin Masih Menunggu Kepastian Gaji
Bupati Merangin M. Syukur Tegaskan OPD Stop Copy-Paste Anggaran
Gangguan Bank Jambi, Bupati Merangin Pastikan Gaji ASN Tetap Cair
Bupati Merangin Dorong Rumah Produktif dan KPR Murah ke Menteri PKP
Wabup Merangin Semprot OPD Absen, Percepatan Program 2026 Jadi Sorotan
Harga Sembako Merangin Dipantau Ketat Jelang Ramadhan 1447 H
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:00 WIB

Bupati Merangin Instruksikan Camat dan Kades Siaga 18–24 Maret, Dilarang Tinggalkan Wilayah

Senin, 9 Maret 2026 - 10:00 WIB

Bupati Merangin M Syukur Pastikan Jalan Perbatasan Tebo Tetap Dibangun 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:00 WIB

Ratusan PPPK Paruh Waktu di Merangin Masih Menunggu Kepastian Gaji

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:00 WIB

Bupati Merangin M. Syukur Tegaskan OPD Stop Copy-Paste Anggaran

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:00 WIB

Gangguan Bank Jambi, Bupati Merangin Pastikan Gaji ASN Tetap Cair

Berita Terbaru