Prosesi Dihadiri 29 Peserta dari Dua Program Studi
Meski total lulusan tahun ini mencapai ratusan orang, prosesi yudisium dilaksanakan secara khusus bagi 29 peserta dari dua program studi utama, yakni Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES).
Fakultas mencatat, 11 peserta berasal dari prodi HKI dan 18 peserta dari HES. Seluruhnya hadir didampingi keluarga dan mengikuti rangkaian prosesi hingga selesai.
Suasana berlangsung sederhana, namun penuh penghargaan bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya. Kehadiran orang tua dan kerabat membuat momentum ini semakin berkesan, sekaligus menjadi titik awal bagi para sarjana baru untuk melangkah ke tahap berikutnya.
Dekan Arzam: Lulusan Dituntut Adaptif dan Berintegritas
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah Arzam memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang resmi menyandang gelar sarjana. Ia menegaskan bahwa dinamika hukum dan ekonomi syariah saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat.
Arzam menyebutkan bahwa jumlah lulusan Fakultas Syariah terus meningkat dari tahun ke tahun. “Sejak IAIN Kerinci berdiri hingga sekarang, jumlah alumni telah melampaui seribu orang,” ungkapnya.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan syariah di IAIN Kerinci sekaligus menjadi tanggung jawab besar bagi kampus untuk terus meningkatkan kualitas akademik.
Lebih jauh, Arzam mengajak lulusan agar tetap mengedepankan nilai-nilai syariah dan berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan hukum yang semakin kompleks di tengah masyarakat. Ia menilai, tantangan di bidang hukum keluarga dan ekonomi Islam semakin beragam seiring perkembangan digital dan kebijakan ekonomi nasional.
Menjaga Nama Baik Kampus Lewat Profesionalisme
Selain soal kompetensi, Arzam menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater. Ia mengingatkan bahwa setiap tindakan para lulusan di dunia kerja akan mencerminkan kualitas institusi pendidikan yang mereka wakili.
“Integritas adalah modal utama. Ke mana pun Anda melangkah, reputasi kampus ikut terbawa,” pesannya.
Ia berharap para sarjana baru dapat mempertahankan etika profesi, bekerja secara bertanggung jawab, serta terus memperdalam ilmu yang telah dipelajari.
Tantangan Baru Menuju Dunia Kerja
Bagi lulusan Fakultas Syariah, yudisium ini bukan sekadar penutup perjalanan akademik, tetapi juga gerbang menuju dunia kerja yang lebih kompetitif. Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga ahli di sektor perbankan syariah, lembaga hukum, hingga institusi pemerintahan, para lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Fakultas Syariah IAIN Kerinci menilai, penguatan kompetensi dan karakter adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, kampus berkomitmen terus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri.
Dengan dilaksanakannya yudisium ini, IAIN Kerinci kembali menambah daftar sarjana syariah yang siap terjun ke berbagai sektor. Harapannya, lulusan mampu membawa semangat profesionalisme, integritas, dan nilai-nilai syariah dalam kiprah mereka di masyarakat.(Dea)









