Pendamping Desa di Kerinci Jadi Tersangka Baru Korupsi Dana Desa

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA, KERINCI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh kembali mengembangkan penyidikan kasus penyimpangan Dana Desa Batang Merangin Tahun Anggaran 2021.

Dari hasil pendalaman, penyidik menetapkan IW, pendamping desa yang bertugas saat itu, sebagai tersangka ketiga. Penetapan ini dilakukan setelah kejaksaan memastikan adanya peran aktif IW dalam pembuatan laporan pertanggungjawaban yang tidak sesuai fakta di lapangan.

Sebelumnya, penyidik telah menjerat kepala desa definitif serta penjabat kepala desa (Pjs) sebagai tersangka. Ketiganya diduga terlibat bersama dalam pengelolaan dana desa senilai Rp1,6 miliar. Dari total anggaran tersebut, aparat penegak hukum menemukan indikasi kerugian negara mencapai Rp644 juta.

Kajari Sungai Penuh, Robi Harianto Siregar, didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus Yogi Purnomo, menjelaskan bahwa IW berperan dalam merancang laporan kegiatan yang sebagian besar tidak pernah direalisasikan. Salah satu temuan utama adalah laporan pembangunan gedung seni senilai Rp300 juta yang ternyata tidak memiliki wujud fisik.

Baca Juga :  7 Destinasi Wisata Terpopuler di Papua Barat Daya yang Wajib Kamu Kunjungi Saat Liburan

Menurut Robi, laporan itu seolah menggambarkan bahwa pembangunan berjalan sesuai rencana, padahal penyidik tidak menemukan satu pun bukti pengerjaan di lokasi.

“IW turut menyusun pertanggungjawaban fiktif, termasuk proyek gedung seni yang dalam dokumen dinyatakan selesai, tetapi kenyataannya tidak ada bangunan sama sekali,” ujar Robi.

Penyelidikan yang dilakukan bersama Inspektorat dan Dinas PUPR mengungkap adanya rangkaian proyek fiktif dan dugaan penggelembungan anggaran pada sejumlah kegiatan. Ketidakberesan pengelolaan Dana Desa 2021 itu terjadi pada masa dua pejabat berbeda. Z bertindak sebagai Pjs Kepala Desa pada Februari–Juli 2021, kemudian digantikan SM pada Juli–Desember 2021. Pergantian kepemimpinan itu disebut-sebut membuka celah bagi praktik manipulasi administrasi dan pengelolaan anggaran.

Dari pemeriksaan lanjutan, penyidik menyatakan telah mengantongi minimal dua alat bukti kuat yang mengarah kepada IW. Meski demikian, Yogi Purnomo menegaskan bahwa penyidikan belum selesai dan potensi bertambahnya tersangka lain masih terbuka.

Baca Juga :  Rekomendasi Hotel Ramah Anak di Bali untuk Liburan Nyaman

 

“Kami masih mendalami berbagai dokumen. Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang menyusul,” ungkapnya.

Usai menjalani pemeriksaan intensif selama beberapa jam, IW resmi ditahan dan langsung dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sungai Penuh. Penahanan ini dilakukan untuk mencegah tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti yang masih dibutuhkan dalam proses penyidikan.

Kasus Batang Merangin kini menjadi salah satu fokus Kejari Sungai Penuh karena nilai kerugiannya yang cukup besar. Aparat berharap proses hukum yang sedang berjalan dapat mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab serta menjadi peringatan bagi perangkat desa di wilayah lain untuk mengelola dana publik secara transparan.(Dea)

Berita Terkait

PS Semurup Mundur dari Bupati Cup 2025, Ini Alasannya
Harga Cabai dan Ayam Kerinci Melonjak Tajam Jelang Nataru
Gagal Ginjal Diderita Kariati, Kondisi Kian Memburuk dan Butuh Donasi
Guru Keluhkan Pungli, Bupati Monadi Dianggap Tutup Mata
Penyidik Kejari Geledah Dua Lokasi Terkait Kasus Dana Desa Batang Merangin
Viral, Beredar Video Remaja Kerinci Diduga Membawa Sajam di Jalan Umum
Banjir dan Longsor di Kerinci, Ini Jumlah Rumah dan Warga yang Terdampak
Jalan PSU Batang Sangir Diduga Bermasalah, Warga Pertanyakan Mutu Pekerjaan

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 15:56 WIB

PS Semurup Mundur dari Bupati Cup 2025, Ini Alasannya

Minggu, 30 November 2025 - 11:32 WIB

Harga Cabai dan Ayam Kerinci Melonjak Tajam Jelang Nataru

Sabtu, 29 November 2025 - 19:00 WIB

Gagal Ginjal Diderita Kariati, Kondisi Kian Memburuk dan Butuh Donasi

Sabtu, 29 November 2025 - 09:26 WIB

Guru Keluhkan Pungli, Bupati Monadi Dianggap Tutup Mata

Sabtu, 29 November 2025 - 08:48 WIB

Penyidik Kejari Geledah Dua Lokasi Terkait Kasus Dana Desa Batang Merangin

Berita Terbaru

Tanjabbar

503 Pelajar Tanjabbar Dapat Bantuan Dumisake Pendidikan 2025

Minggu, 30 Nov 2025 - 19:18 WIB

Karyawan menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (ANTAM), Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/9/2025)

Finansial

Harga Emas Menguat Sepanjang Pekan, Ini Rinciannya

Minggu, 30 Nov 2025 - 17:00 WIB

Kerinci

PS Semurup Mundur dari Bupati Cup 2025, Ini Alasannya

Minggu, 30 Nov 2025 - 15:56 WIB