Ancaman TB–HIV di Jambi Menguat, Pemprov Desak Evaluasi Program PPM

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Jambi Gelar Pertemuan Monev PPM, Bahas Intervensi TB–HIV Bersama Pemangku Kepentingan. (Foto : Diskominfo Provinsi Jambi)

Pemprov Jambi Gelar Pertemuan Monev PPM, Bahas Intervensi TB–HIV Bersama Pemangku Kepentingan. (Foto : Diskominfo Provinsi Jambi)

KLIKINAJA, JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan urgensi memperkuat kembali penanganan tuberkulosis (TB) dan HIV yang masih menjadi masalah kesehatan serius di wilayah tersebut.

Peringatan ini mencuat dalam forum Monitoring dan Evaluasi Public Private Mix (PPM), sebuah pertemuan lintas sektor yang digelar untuk mempercepat intervensi terhadap dua penyakit menular dengan beban kasus tinggi.

Pertemuan yang berlangsung di Kota Jambi itu mempertemukan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, organisasi profesi, fasilitas layanan, hingga perwakilan pemerintah kabupaten/kota. Alih-alih hanya menjadi kegiatan seremonial, forum tersebut berubah menjadi diskusi substantif mengenai tantangan yang selama ini menghambat pengendalian TB dan HIV.

Gubernur Jambi, Al Haris, mengingatkan bahwa perhatian publik terhadap isu TB dan HIV mulai melemah dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, banyak instansi dan masyarakat lebih sibuk bergulat dengan isu lain sehingga penanganan dua penyakit menular ini kerap tertunda.

Ia menilai kondisi tersebut berbahaya karena TB dan HIV tetap menjadi ancaman laten di tengah masyarakat. “Sering kali kita teralihkan dengan berbagai urusan, sehingga pengelolaan TB dan HIV tidak maksimal. Padahal ancamannya masih tinggi dan bisa berdampak luas,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemulihan Danau Sipin Dipercepat Lewat Tebar 20 Ribu Benih Ikan

Selain faktor kurangnya fokus, Al Haris juga menyoroti gaya hidup masyarakat yang berpotensi memperburuk penyebaran penyakit. Kebiasaan merokok, perilaku berisiko, serta lingkungan dengan sanitasi kurang memadai dinilai turut memberi ruang bagi penularan TB–HIV. “Tanpa intervensi terarah dan konsisten, angka kasus bisa kembali meningkat,” sebutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Ike Silviana, menjelaskan bahwa evaluasi PPM tahun ini menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana program berjalan di lapangan. Dari pemantauan sementara, beberapa daerah dinilai belum mampu memenuhi target penanganan TB.

“Masih ada daerah yang mencatatkan kinerja di bawah ekspektasi. Evaluasi ini memberi gambaran jelas mengenai hambatan yang mereka hadapi. Tapi ada juga yang menunjukkan capaian yang sangat baik, misalnya Kota Sungai Penuh yang realisasinya bahkan melampaui 100 persen,” jelas Ike.

Baca Juga :  Gedung UPTD BPTPH Jambi Hangus Terbakar, Petugas Damkar Sempat Terkendala Asap Pekat

Kegiatan yang berlangsung hingga 28 November tersebut diikuti oleh 88 peserta dan menghadirkan pembicara dari berbagai institusi teknis seperti BBPK, PABDI, Bappeda, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Kolaborasi lintas keahlian ini diharapkan mampu memperkuat strategi pengendalian TB–HIV di seluruh kabupaten/kota.

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi menekankan bahwa evaluasi bukan sekadar menilai capaian, tetapi juga memperbaiki mutu layanan kesehatan. Ike menyebut bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, melainkan sinergi banyak pihak—baik pemerintah, tenaga kesehatan, hingga komunitas.

“Target bukan hanya angka yang tercapai, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan peningkatan layanan. Kita memerlukan gerakan bersama untuk memastikan penanganan TB dan HIV berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan perubahan pola hidup, ancaman TB–HIV bisa menjadi semakin kompleks. Karena itu, pemerintah menegaskan perlunya komitmen berkelanjutan dari semua sektor untuk mendorong cakupan pengobatan yang lebih luas serta pemantauan kasus yang lebih ketat.(Tim)

Berita Terkait

Inilah Ketua dan Pengurus Baru DPD PDIP Jambi Periode 2025-2030
Jambi Targetkan Punya Kodam 2026, Pangkalan Udara Menyusul 2027
Baru Mencapai 31 Persen, Pemutihan PKB Jambi Berlangsung Sampai Desember
Pemkot Sungai Penuh Mantapkan Integritas Lewat Evaluasi SPI 2024 di Jambi
Kejari Jambi Geledah Kantor PT EBN, Ini Kasusnya
Konflik Zona Merah Aset Pertamina di Jambi, Ini Kata Wako Maulana
Mantan Wali Kota Jambi Bambang Priyanto Tutup Usia
20 Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi Perumda Tirta Mayang, Ini Nama-namanya

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 21:47 WIB

Inilah Ketua dan Pengurus Baru DPD PDIP Jambi Periode 2025-2030

Minggu, 30 November 2025 - 14:06 WIB

Jambi Targetkan Punya Kodam 2026, Pangkalan Udara Menyusul 2027

Minggu, 30 November 2025 - 10:30 WIB

Baru Mencapai 31 Persen, Pemutihan PKB Jambi Berlangsung Sampai Desember

Jumat, 28 November 2025 - 22:00 WIB

Ancaman TB–HIV di Jambi Menguat, Pemprov Desak Evaluasi Program PPM

Rabu, 26 November 2025 - 23:00 WIB

Pemkot Sungai Penuh Mantapkan Integritas Lewat Evaluasi SPI 2024 di Jambi

Berita Terbaru

Tanjabbar

503 Pelajar Tanjabbar Dapat Bantuan Dumisake Pendidikan 2025

Minggu, 30 Nov 2025 - 19:18 WIB

Karyawan menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (ANTAM), Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/9/2025)

Finansial

Harga Emas Menguat Sepanjang Pekan, Ini Rinciannya

Minggu, 30 Nov 2025 - 17:00 WIB

Kerinci

PS Semurup Mundur dari Bupati Cup 2025, Ini Alasannya

Minggu, 30 Nov 2025 - 15:56 WIB