KLIKINAJA, JAMBI – Arah pembangunan sektor pertahanan di Provinsi Jambi kini semakin jelas. Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan bahwa daerahnya mulai mempersiapkan pembentukan Kodam sebagai langkah strategis memperkuat komando militer di wilayah tersebut. Targetnya, struktur Kodam berdiri pada tahun 2026, dan ditindaklanjuti dengan pembangunan pangkalan udara di tahun berikutnya.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 Korem 042/Garuda Putih. Momentum itu tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga wadah penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam memperkuat keamanan nasional di tingkat provinsi.
Al Haris menegaskan bahwa Pemprov Jambi telah menyiapkan dukungan real untuk kebutuhan pembentukan Kodam, salah satunya penyediaan lahan. Ia menuturkan bahwa proses tersebut akan dijalankan sesuai rencana dan diharapkan memberi efek langsung terhadap kesiapsiagaan militer di daerah.
Ia mengatakan bahwa pemerintah provinsi akan menyiapkan tanah untuk pembangunan Kodam yang direncanakan mulai bergerak pada 2026. Menurutnya, keberadaan Kodam di Jambi akan membawa perubahan historis, mengingat selama ini Jambi masih berada dalam kendali Kodam II/Sriwijaya yang pusat komandonya berada di Sumatera Selatan.
Kehadiran Kodam di wilayah sendiri diyakini mampu mempercepat koordinasi keamanan, memperkuat struktur komando, dan meningkatkan respons militer ketika terjadi keadaan darurat. Tidak hanya itu, rencana pembangunan Kodam dinilai berpotensi membuka peluang pengembangan infrastruktur serta menarik pertumbuhan investasi penunjang yang berdampak pada ekonomi daerah.
Tidak berhenti di situ, Pemprov Jambi juga mulai menyiapkan langkah lanjutan berupa pembangunan pangkalan udara. Gubernur menyampaikan bahwa rencana tersebut telah dibahas bersama Danlanud Palembang. Meski belum masuk tahap konstruksi, agenda ini sudah dijadwalkan untuk mulai berjalan pada 2027.
Menurutnya, pembangunan pangkalan udara bukan hanya memperkuat sektor pertahanan udara, tetapi juga membuka konektivitas strategis yang bisa mendukung kebutuhan logistik, mobilisasi prajurit, hingga membuka peluang ekonomi baru melalui penambahan fasilitas militer dan transportasi udara.
Mewakili TNI, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto menggunakan momentum HUT Korem untuk menegaskan pentingnya peningkatan profesionalisme prajurit. Ia mengingatkan bahwa bertambahnya usia kesatuan harus selaras dengan peningkatan kualitas kinerja, kedisiplinan, dan pengabdian di lapangan.
Brigjen Heri juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi serta masyarakat yang selama ini mendukung tugas Korem. Menurutnya, kerja sama yang terjalin antara TNI, pemerintah, dan warga merupakan modal utama untuk membangun keamanan daerah yang kondusif dan harmonis.
Ia menutup amanatnya dengan ajakan agar seluruh prajurit menjaga komitmen tugas, profesional dalam menjalankan tanggung jawab, dan memperkuat loyalitas dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Dengan target berdirinya Kodam pada 2026 dan pembangunan pangkalan udara pada 2027, Jambi bergerak menuju era baru pertahanan regional. Agenda besar ini diperkirakan memberi pengaruh luas, mulai dari aspek keamanan hingga pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah provinsi menegaskan kesiapan berkolaborasi dengan TNI demi terwujudnya Jambi sebagai basis pertahanan yang lebih modern, responsif, dan strategis.(Tim)









