KLIKINAJA, JAMBI – Edi Purwanto kembali menduduki kursi Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi setelah melewati proses penetapan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Posisi Sekretaris diamanahkan kepada Hotman Sitanggang, sementara jabatan Bendahara dipercayakan kepada Ratu Munawaroh. Dengan formasi ini, PDI Perjuangan di Jambi memasuki periode baru dengan susunan kepemimpinan yang dianggap mampu mendorong konsolidasi internal menjelang kontestasi politik lima tahun mendatang.
Kegiatan Konferda–Konfercab 2025 tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Hadir pula jajaran elite partai, termasuk Wakil Ketua Umum Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Pacul, tokoh senior Ribka Tjiptaning, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Kehadiran sejumlah pengurus pusat menunjukkan bahwa forum ini menjadi agenda strategis bagi arah politik PDIP di tingkat daerah.
Dalam penyampaian arahannya, Hasto membawa pesan khusus dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Ia menegaskan bahwa kekuatan politik harus tumbuh dari akar rumput, bukan hanya dipusatkan pada struktur elite. Menurutnya, pengalaman Pemilu 2024 memberikan banyak pelajaran penting bahwa keberpihakan kepada rakyat serta etika politik harus menjadi landasan utama.
Hasto menekankan bahwa setiap kader perlu memperkuat komunikasi politik dan konsistensi dalam bekerja untuk masyarakat. Ia mengajak peserta Konferda dan Konfercab untuk merumuskan strategi pemenangan dan program yang menyentuh kebutuhan publik secara nyata. Baginya, forum ini bukan sekadar ajang seremonial pergantian struktur, melainkan ruang menetapkan arah perjuangan partai di masa depan.
Lebih jauh, Sekjen PDIP itu meminta para kader menyerap semangat perjuangan Soekarno dan Megawati sebagai dasar menggerakkan organisasi. Ia berharap hasil konferensi mampu melahirkan barisan kepartaian yang solid, disiplin, dan terjun langsung ke lapangan membangun kepercayaan publik. Hasto menyebut Jambi memiliki peluang besar untuk memperkuat performa elektoral pada Pemilu 2029 jika mesin partai bergerak serentak dari hulu sampai akar basis.
Ia tak lupa mengingatkan bahwa seluruh hasil keputusan organisasi harus berpihak pada kepentingan nasional. Menurutnya, kekuatan ide dan gagasan partai tidak terbatas pada lingkup daerah, namun juga berkontribusi pada arah kebijakan nasional dan dinamika global.
“Konferda dan Konfercab ini harus menjadi titik awal penyatuan energi perjuangan. Dari sini kita bergerak bersama rakyat untuk mengabdi pada bangsa dan negara,” ujarnya menutup arahan.
Sebagai ketua terpilih, Edi Purwanto memegang tanggung jawab besar dalam menyelaraskan agenda kerja partai di semua tingkatan. Konsolidasi organisasi, penguatan struktur basis, hingga penyiapan strategi politik jangka panjang menjadi pekerjaan rumah DPD PDIP Jambi lima tahun ke depan. Kehadiran figur Hotman Sitanggang dan Ratu Munawaroh di jajaran inti diharapkan menjadi elemen penggerak yang memperkuat efisiensi dan koordinasi internal.
Dengan berakhirnya Konferda–Konfercab 2025, PDI Perjuangan Jambi memasuki fase baru implementasi politik. Tantangan yang menanti bukan hanya terkait dinamika kontestasi mendatang, tetapi juga memastikan partai tetap hadir memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Soliditas internal menjadi faktor penentu, sebagaimana pesan yang berulang kali ditekankan Hasto bahwa perjuangan dimulai dari bawah dan kembali ke rakyat sebagai pemegang mandat utama.(Tim)









