KLIKINAJA, KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci memastikan rangkaian Festival Budaya Kerinci 2025 akan resmi dimulai pada Rabu (3/11/2025) di kawasan Dermaga Danau Kerinci. Agenda pembukaan dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB dan akan dipimpin langsung oleh Bupati Kerinci, Monadi. Acara ini kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk merayakan dan meneguhkan identitas budaya yang telah diwariskan turun-temurun.
Pada hari pertama, seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana dahin, pakaian tradisional Kerinci yang menggambarkan gaya berpakaian leluhur daerah tersebut. Tidak hanya peserta, para tamu undangan seperti bupati, wakil bupati, pejabat OPD, perangkat kecamatan hingga tokoh masyarakat juga diminta mengikuti aturan yang sama. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat simbol pelestarian budaya serta menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap kearifan lokal.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kerinci, Jamal, menjelaskan bahwa penggunaan dahin bukan sebatas untuk memperindah tampilan festival. Menurutnya, pakaian adat itu menyimpan nilai sejarah dan filosofi yang merefleksikan perjalanan panjang masyarakat Kerinci.
“Tema ini untuk memperkenalkan busana tradisional kepada generasi muda merupakan bagian penting dalam menjaga kelangsungan budaya. Jamal menyampaikan bahwa tradisi tersebut harus terus dipopulerkan agar tidak terkikis oleh perkembangan zaman,” ujarnya.
Salah satu kegiatan yang diperkirakan menjadi magnet bagi pengunjung adalah Pawai Budaya yang melibatkan sekitar 4.000 peserta. Mereka berasal dari unsur pemerintahan, organisasi masyarakat, sekolah, hingga perangkat desa. Pawai ini akan menyusuri sejumlah titik utama kota dengan menampilkan beragam atraksi seni, ornamen tradisional, serta variasi busana khas daerah. Panitia yakin jumlah peserta yang besar dan kekompakan penggunaan dahin akan menciptakan gelaran pawai yang lebih meriah dibanding tahun sebelumnya.
Festival Budaya Kerinci 2025 tidak hanya menonjolkan unsur tradisi, tetapi juga dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai upaya meningkatkan sektor pariwisata. Panorama Danau Kerinci yang memukau serta latar Gunung Kerinci menjadi kombinasi yang semakin memperkuat daya tarik perhelatan ini. Pemerintah berharap kehadiran wisatawan dapat meningkat signifikan, terutama menjelang penghujung tahun yang biasanya menjadi periode puncak kunjungan.
Selain menyajikan pertunjukan seni dan budaya, area bazar UMKM kembali menjadi salah satu pusat perhatian. Pelaku usaha lokal diberi ruang mempromosikan produk kreatif dan kuliner khas daerah. Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan bazar terbukti mendorong perputaran ekonomi bagi masyarakat, sekaligus menyediakan pengalaman tambahan bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh kekayaan budaya Kerinci.
Mengusung tema “Balik ku Dahin!”, festival tahun ini dinilai mampu membangkitkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih memahami jati diri budaya mereka. Sejumlah pemerhati budaya menilai tema tersebut relevan dengan kebutuhan pelestarian tradisi di tengah arus modernisasi. Dengan rangkaian agenda yang lebih padat dan melibatkan banyak elemen masyarakat, Festival Budaya Kerinci 2025 diprediksi menjadi salah satu acara dengan tingkat kunjungan tertinggi sepanjang penyelenggaraannya.
Festival ini bukan sekadar pameran budaya, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk meneguhkan nilai-nilai warisan leluhur. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Kerinci sekaligus mendorong kolaborasi masyarakat dalam menjaga tradisi agar tetap hidup dari generasi ke generasi.(Dea)






