KLIKINAJA, KERINCI – Warga Desa Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat, digemparkan oleh temuan jenazah seorang pria lanjut usia yang sudah membusuk di dalam rumahnya, Senin (8/12/2025) sore. Korban diketahui bernama Lukman (63), yang tinggal hanya berdua dengan adiknya, Siti Asiah, yang mengalami gangguan kejiwaan. Temuan tersebut langsung memicu perhatian warga dan aparat setempat.
Aroma menyengat yang tercium sejak beberapa hari terakhir menjadi awal kecurigaan masyarakat sekitar. Meski bau itu sudah dirasakan sejak lama, warga baru memberanikan diri mengecek kondisi rumah korban pada Senin sore. Saat pintu rumah dibuka, warga mendapati Lukman dalam keadaan tidak bernyawa dan diperkirakan meninggal beberapa hari sebelumnya.
Seorang warga menceritakan bahwa mereka memutuskan mengecek rumah tersebut setelah bau busuk semakin menyengat. “Saat kami masuk, ternyata almarhum sudah meninggal cukup lama,” ujar warga tersebut menuturkan kembali situasi saat penemuan.
Camat Danau Kerinci Barat, Noverman Nurdin, membenarkan laporan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Lukman diketahui sedang mengalami sakit sebelum meninggal. Di sisi lain, kondisi adik korban yang mengalami gangguan jiwa membuat situasi semakin sulit, karena ia tidak mampu mencari bantuan ketika kakaknya meninggal dunia.
“Almarhum tinggal dengan adiknya yang memiliki keterbatasan, sehingga tidak ada yang bisa melapor saat kejadian terjadi,” jelas Noverman.
Setelah informasi diterima, aparat kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Kapolres Kerinci AKBP Arya Tesa Brahmana melalui Kasat Reskrim Very menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi jenazah dan lingkungan sekitar.
“Begitu menerima laporan, tim langsung turun untuk memastikan kondisi di lapangan serta melakukan identifikasi awal,” ungkap Kasat Reskrim.
Hingga saat ini, penyebab kematian Lukman masih ditelusuri lebih jauh. Meski belum ada temuan adanya unsur kekerasan, dugaan sementara mengarah pada kondisi kesehatan korban yang menurun dan tidak mendapat penanganan medis. Situasi tersebut diperparah karena tidak ada anggota keluarga lain yang tinggal bersama keduanya.
Warga berharap kejadian ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama terkait kondisi masyarakat rentan yang tinggal tanpa pendampingan keluarga. Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.(Dea)








