Bisnis Perhotelan Tertekan, Efisiensi Anggaran Pemerintah Picu Penurunan Okupansi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 16 Mei 2025 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bisnis Perhotelan Tertekan, Efisiensi Anggaran Pemerintah Picu Penurunan Okupansi (Foto Ilustrasi: Pixabay)

Bisnis Perhotelan Tertekan, Efisiensi Anggaran Pemerintah Picu Penurunan Okupansi (Foto Ilustrasi: Pixabay)

Klikinaja – Awal tahun 2025 menjadi masa sulit bagi industri perhotelan di berbagai daerah di Indonesia. Dampak dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah membuat banyak hotel mulai kesulitan mempertahankan tingkat hunian kamar dan permintaan ruang pertemuan.

Salahseorang pengelola hotel di Jakarta mengatakan, biasanya awal tahun masih bisa diandalkan dari kegiatan instansi pemerintahan. Namun saat ini, situasinya jauh berbeda. “Biasanya kita dapat banyak meeting dari kantor pemerintah. Tapi sekarang hampir nggak ada, semua hemat anggaran,” ujarnya.

Hotel tersebut mencoba untuk mengalihkan target pasar ke wisatawan individu dan korporasi, namun hal tersebut belum membuahkan hasil yang optimal. “Pasar leisure juga sedang lesu. Lokasi kami di pusat Jakarta, sedangkan wisatawan keluarga lebih memilih ke daerah penyangga seperti Bogor saat akhir pekan,” tambahnya.

Tak sedikit pada akhirnya banyak hotel harus mengambil langkah efisiensi internal, seperti mengurangi jumlah tenaga kerja. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo, Joko Sutrisno, mengatakan banyak instansi yang membatalkan agenda kegiatan mereka yang semula sudah terjadwal di hotel-hotel.

Baca Juga :  Cara Memulai Gaya Hidup Zero Waste di Kota Kecil: Langkah Sederhana, Dampak Besar

“Banyak pembatalan. Tahun lalu sudah ada booking, tapi awal tahun ini dicancel semua. Hampir semua hotel di Solo kena dampaknya,” jelas Joko.

Beberapa hotel bahkan sudah melakukan pengurangan karyawan dengan merumahkan karyawannya, terutama pekerja harian atau daily worker yang paling terdampak. Meski Joko tak menyebutkan nama hotel secara spesifik, ia menegaskan bahwa situasi ini cukup dirasakan hampir semua hotel.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di bulan Maret tahun 2025 hanya mencapai 33,56 persen, turun drastis 13,65 poin dari bulan sebelumnya. Penurunan paling tajam terjadi di DI Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat.

Baca Juga :  Sungai Penuh Sabet Juara III Stand Terbaik Jambi Mantap Fest 2026

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, angkat bicara dan mengakui bahwa kebijakan efisiensi anggaran pemerintah memang sangat berdampak pada sektor pariwisata, khususnya akomodasi. Namun, ia tetap optimis jika pelaku industri mampu beradaptasi dan membuat inovasi dengan menciptakan pasar-pasar baru.

“Potensi wisatawan domestik tetap besar. Hingga akhir 2024, pertumbuhannya mencapai 21,7 persen. Kita bisa buat paket meeting untuk komunitas, eduwisata, atau kolaborasi lain yang sesuai dengan prinsip pariwisata berkelanjutan,” jelasnya melalui situs resmi Kementerian Pariwisata.

Selain itu, pasar wisatawan mancanegara juga dianggap masih potensial untuk dioptimalkan, meski tantangan geopolitik global terus membayangi.

“Industri hotel harus tetap tangguh dan siap menghadapi dinamika ke depan,” tambah Widiyanti. (Tim)

Berita Terkait

Tarif Parkir Telun Berasap Disorot, Wisatawan Keluhkan Tiket Tak Transparan
Wisata Agam Siap Dikunjungi Saat Lebaran 2026, Ini 5 Lokasinya
Taman Raja Batu Sekaladi Resmi Jadi Ikon Wisata Baru Jambi
Pendakian Gunung Kerinci Dibuka Lagi, Tetap Waspada Radius 3 Km
Danau Kaco Kerinci Ditutup, Pemuda dan Masyarakat Bergerak Selamatkan Alam
Danau Kaco Kerinci Ditutup Sementara, Fokus Perbaikan Akses dan Konservasi Alam
Selama Libur Nataru 2026, Ribuan Pendaki Padati Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh
Nekat Demi Foto, Aksi Pendaki di Kawah Gunung Kerinci Bikin Ngeri
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 09:14 WIB

Tarif Parkir Telun Berasap Disorot, Wisatawan Keluhkan Tiket Tak Transparan

Minggu, 22 Maret 2026 - 18:00 WIB

Wisata Agam Siap Dikunjungi Saat Lebaran 2026, Ini 5 Lokasinya

Minggu, 1 Maret 2026 - 19:00 WIB

Taman Raja Batu Sekaladi Resmi Jadi Ikon Wisata Baru Jambi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:00 WIB

Pendakian Gunung Kerinci Dibuka Lagi, Tetap Waspada Radius 3 Km

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

Danau Kaco Kerinci Ditutup, Pemuda dan Masyarakat Bergerak Selamatkan Alam

Berita Terbaru

Game

Kode Redeem FF Max 23 Maret 2026 dan Event THR Lebaran

Senin, 23 Mar 2026 - 18:50 WIB