KLIKINAJA – Upaya memperkuat konektivitas udara di Provinsi Jambi terus berlanjut. Setelah membuka rute Kerinci–Padang, Lion Group melalui Batik Air kini mengarahkan ekspansi layanan penerbangan ke Kabupaten Bungo dengan menghadirkan rute langsung menuju Jakarta pada tahun 2026 mendatang. Rute ini di nilai strategis untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Bungo telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lion Group sebagai bentuk komitmen bersama dalam merealisasikan penerbangan tersebut. Penandatanganan di lakukan oleh Bupati Bungo, H. Dedy Putra, bersama Direktur Utama Lion Group, dengan di saksikan langsung oleh Gubernur Jambi, H. Al Haris.
Acara penandatanganan berlangsung di Gedung Lion Tower, Jakarta, pada Selasa (16/12/2025). Sejumlah pihak terkait turut hadir, di antaranya Kepala Bandara Muara Bungo, jajaran manajemen Lion Group, Direktur Utama Batik Air, serta Direktur Utama Super Air Jet. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan keseriusan semua pihak dalam mendukung pembukaan rute baru tersebut.
Berdasarkan rencana, penerbangan Batik Air rute Jakarta–Muara Bungo di targetkan mulai beroperasi pada Februari atau Maret 2026. Namun sebelum itu, masih terdapat sejumlah tahapan teknis yang harus di selesaikan, salah satunya pembaruan dokumen Aeronautical Information Publication (AIP) oleh pengelola Bandara Muara Bungo sebagai syarat operasional penerbangan komersial.
Bupati Bungo H. Dedy Putra menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting dalam membuka kembali akses penerbangan reguler berskala nasional ke wilayahnya. Menurutnya, konektivitas udara yang memadai sangat di butuhkan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan daya saing daerah.
Ia menilai, kehadiran Batik Air nantinya tidak hanya memudahkan perjalanan masyarakat, tetapi juga berdampak positif bagi sektor usaha dan investasi. Akses langsung ke Jakarta akan mempercepat arus barang, jasa, dan manusia, sehingga memberikan efek berganda bagi perekonomian lokal.
“Kami berharap penerbangan ini menjadi solusi transportasi yang lebih representatif dan berjadwal tetap. Konektivitas udara yang baik merupakan faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat serta pelaku usaha di Kabupaten Bungo dan sekitarnya,” ujar Dedy Putra.
Lebih lanjut, Dedy menjelaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan tahap awal. Pemerintah Kabupaten Bungo akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, pengelola bandara, serta pihak maskapai agar seluruh persyaratan teknis dan administratif dapat di penuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan dukungan penuh agar rencana ini dapat terealisasi tepat waktu. Dengan kembali hadirnya penerbangan nasional, bandara tersebut berpeluang meningkatkan trafik penumpang sekaligus mendukung pengembangan kawasan sekitarnya.
Rencana pembukaan rute Batik Air Jakarta–Muara Bungo menjadi angin segar bagi masyarakat dan dunia usaha di Kabupaten Bungo.(Tim)









