KLIKINAJA – Galodo kembali mengalir deras di kawasan Sungai Muaro Pisang, Jorong Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (1/1/2026) sore. Aliran air bercampur lumpur dan batu ini tidak datang sekali, melainkan berulang sejak pagi, membuat warga sekitar meningkatkan kewaspadaan.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan derasnya galodo membawa material berukuran besar. Salah satu unggahan dari akun Sinergi Kreatif, Kreatif Bersama Membangun Matur, menyebutkan bahwa aliran serupa tercatat terjadi hingga empat sampai lima kali dalam rentang waktu yang sama.
Warga yang berada di sekitar sungai mengaku mendengar suara gemuruh cukup kuat dari arah hulu. Getaran dan bunyi benturan batu membuat sebagian warga memilih menjauh dari bantaran sungai, khawatir debit air kembali meningkat secara tiba-tiba.
Potensi Susulan Masih Ada, Relawan Minta Warga Waspada
Relawan kebencanaan di wilayah Maninjau menyebut kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil masih membuka peluang terjadinya galodo lanjutan. Masyarakat di minta menahan aktivitas di sekitar aliran sungai dan terus mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
Wilayah Sungai Muaro Pisang sebelumnya juga sempat di landa galodo susulan pada Kamis dini hari. Saat itu, aliran lumpur dan batu berdampak pada permukiman warga, lahan pertanian, serta akses jalan utama yang menghubungkan kawasan sekitar Maninjau.
Hingga sore hari, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun rincian kerusakan. Aparat dan instansi terkait masih melakukan pemantauan lapangan serta pendataan dampak. Perkembangan terbaru akan di sampaikan setelah ada keterangan resmi.(Tim)









