KLIKINAJA, JAMBI – Warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Batanghari di minta meningkatkan kewaspadaan seiring meningkatnya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi cuaca yang tidak menentu tersebut di nilai berpotensi memicu banjir dan longsor, terutama di wilayah rawan yang berada di dataran rendah dan bantaran sungai.
Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah menginstruksikan seluruh unsur terkait untuk bersiaga. “Langkah antisipasi ini di lakukan menyusul tren kenaikan intensitas hujan yang berpengaruh langsung terhadap debit air sungai di sejumlah daerah,” ujar Gubernur Jambi.
Menurut Al Haris, kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko bencana. Koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, relawan kebencanaan, hingga aparat di tingkat desa di minta berjalan aktif agar respons darurat dapat di lakukan lebih cepat.
“Peningkatan tinggi muka air telah terpantau di beberapa daerah aliran sungai besar di Jambi. Sungai Batang Tebo dan Sungai Batang Merangin di sebut mengalami kenaikan signifikan dan kini berada dalam status waspada,” sebutnya.
Wilayah Pesisir, Dampak Cuaca Ekstrem Mulai di Rasakan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Amri Juhardy, menjelaskan bahwa banjir pasang laut atau rob menggenangi sejumlah kawasan permukiman warga.
Genangan air dengan ketinggian rata-rata 30 hingga 50 sentimeter merendam rumah-rumah di daerah pesisir. Situasi tersebut di perparah oleh hujan lebat yang terjadi secara berturut-turut dalam tiga hari terakhir.
Salah satu dampak paling serius terjadi di Desa Kuala Simbur, Kecamatan Muara Sabak Timur. Sebuah rumah kosong milik warga di laporkan hanyut setelah arus laut yang pasang menerjang kawasan pesisir dan meluap hingga ke daratan.
Amri menjelaskan, kombinasi pasang laut dan curah hujan tinggi menjadi pemicu utama kejadian tersebut. “Kondisi geografis pesisir Tanjung Jabung Timur yang relatif rendah membuat wilayah ini rentan terdampak rob saat cuaca ekstrem terjadi bersamaan,”.katanya.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang laut tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah daerah pun meningkatkan pemantauan di titik-titik rawan banjir.
Imbauan khusus juga di sampaikan kepada para nelayan agar lebih berhati-hati saat melaut. Pemerintah meminta nelayan rutin memantau informasi cuaca dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi laut di nilai berisiko.
Langkah kewaspadaan ini di harapkan mampu menekan dampak bencana, sekaligus menjaga keselamatan warga di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlangsung di wilayah Jambi.(Tim)









