KLIKINAJA – Keluhan soal token listrik yang tidak bisa di beli pada tengah malam masih sering di alami pelanggan listrik prabayar di berbagai daerah. Situasi ini umumnya terjadi pada rentang waktu pukul 23.00 hingga sekitar 01.00 WIB, saat sebagian kanal pembayaran digital mendadak tidak bisa memproses transaksi.
PT PLN (Persero) memastikan kondisi tersebut bukan gangguan pasokan listrik, melainkan berkaitan dengan sistem pembayaran yang terhubung ke perbankan dan penyedia layanan digital. Pada jam-jam tersebut, sistem keuangan menjalani proses penyesuaian harian yang berdampak langsung pada transaksi token.
PLN menjelaskan bahwa setiap akhir hari, perbankan melakukan penutupan buku transaksi atau end of day. Proses ini membuat sebagian layanan pembayaran tidak dapat melayani pembelian token listrik untuk sementara waktu. Setelah proses selesai, sistem kembali normal tanpa perlu tindakan khusus dari pelanggan.
Kenapa Transaksi Token Listrik Bisa Terhenti Sementara
Jumlah pengguna listrik prabayar di Indonesia tergolong sangat besar. Hingga akhir 2025, PLN mencatat lebih dari 85 juta pelanggan mengandalkan sistem token untuk kebutuhan listrik rumah tangga maupun usaha kecil.
Dari angka tersebut, sekitar 70 persen transaksi pembelian token dilakukan melalui aplikasi perbankan dan dompet digital. Setiap harinya, tercatat lebih dari 4 juta transaksi token listrik terjadi di seluruh Indonesia.
Volume transaksi yang tinggi inilah yang membuat sinkronisasi sistem pembayaran pada malam hari menjadi krusial. Saat proses berlangsung, transaksi baru otomatis tertahan hingga sistem kembali stabil. Kondisi ini lazim terjadi dan tidak berkaitan dengan pemadaman listrik atau gangguan teknis di meteran pelanggan.
Langkah Antisipasi agar Listrik Tidak Padam
PLN mengimbau pelanggan agar lebih cermat mengelola sisa daya listrik, terutama menjelang malam. Pembelian token di sarankan di lakukan lebih awal ketika kWh masih mencukupi, khususnya jika indikator meteran sudah berada di bawah 20 kWh.
Pelanggan juga di anjurkan memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk memantau riwayat penggunaan dan pembelian token. Meski pembayaran tetap bergantung pada mitra bank, aplikasi ini memudahkan pelanggan mengetahui kondisi terakhir meteran listrik.
Fitur alarm pada meteran prabayar juga perlu di perhatikan. Umumnya, peringatan akan berbunyi saat sisa daya berada di kisaran 5 hingga 10 kWh, memberi waktu cukup untuk melakukan pengisian ulang sebelum listrik benar-benar habis.
Sebagai langkah pengamanan, PLN menyarankan pelanggan menyimpan token cadangan. Token yang sudah di beli tidak memiliki masa berlaku dan dapat di masukkan kapan saja sesuai kebutuhan.
PLN menegaskan, kendala transaksi di tengah malam bersifat sementara dan tidak memengaruhi listrik yang sudah tersimpan di meteran. Selama daya masih tersedia, aliran listrik tetap berjalan normal. Masyarakat diminta tetap tenang dan bijak mengatur konsumsi listrik agar aktivitas rumah tangga tidak terganggu.(Tim)









