KLIKINAJA – Warga Karang Pandan, Kabupaten Kerinci, sempat di gegerkan oleh penemuan seorang pemuda yang tergeletak tak sadarkan diri di pinggir Jalan Lintas. Peristiwa itu cepat menyedot perhatian publik setelah foto-fotonya beredar luas di media sosial, di sertai permintaan bantuan untuk mengenali identitas korban.
Dalam unggahan yang viral sejak Senin siang (26/1/2026), pemuda tersebut terlihat terbaring di bahu jalan sebelum akhirnya di sandarkan warga ke pembatas jalan demi menghindari lalu lintas kendaraan. Beberapa warga yang melintas tampak mencoba memberi pertolongan sambil menunggu aparat datang ke lokasi.
Gelombang komentar pun bermunculan. Warganet menyampaikan kekhawatiran, ada pula yang berspekulasi mengenai penyebab korban pingsan. Banyak pengguna media sosial ikut membagikan unggahan tersebut agar keluarga korban segera mengetahui keberadaannya.
Kepolisian Resor Kerinci melalui Kasi Humas DS Sitinjak membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa setelah informasi viral beredar, personel Polsek Danau Kerinci langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban dan mengamankan situasi.
Petugas kemudian membawa pemuda itu ke Puskesmas Sanggaran Agung guna menjalani pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan, tidak di temukan luka fisik maupun penyakit serius yang dapat menjelaskan penyebab korban kehilangan kesadaran.
“Kondisinya stabil dan secara medis di nyatakan normal. Tidak ada tanda kekerasan atau gangguan kesehatan yang membahayakan,” terang Sitinjak dalam keterangan yang disampaikan kepada wartawan.
Tak lama berselang, pihak keluarga datang menjemput korban di fasilitas kesehatan tersebut. Dari penuturan keluarga, pemuda itu di duga mengalami tekanan psikologis sejak kembali dari Malaysia beberapa waktu lalu. Trauma tersebut di sinyalir menjadi pemicu korban tiba-tiba pingsan di jalan.
Persoalan Kesehatan Mental
Kasus ini menyoroti sisi lain persoalan kesehatan mental yang kerap luput dari perhatian masyarakat. Migrasi kerja ke luar negeri, tekanan ekonomi, hingga pengalaman traumatis sering meninggalkan dampak psikologis yang tidak langsung terlihat secara fisik.
Di Kerinci dan sejumlah daerah lain di Jambi, aparat dan tenaga kesehatan belakangan semakin sering menemui kasus pingsan mendadak yang berkaitan dengan stres berat atau gangguan emosional. Fenomena ini mendorong perlunya pendekatan lebih serius terhadap layanan kesehatan jiwa di tingkat daerah.
Peristiwa tersebut juga menunjukkan peran cepat warga dan aparat dalam merespons kondisi darurat di ruang publik. Meski informasi menyebar melalui media sosial, penanganan di lapangan berlangsung sigap sehingga korban dapat segera mendapat pertolongan.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap bijak membagikan informasi serupa, dengan mengutamakan empati serta menghindari spekulasi yang dapat memperburuk kondisi korban maupun keluarganya.(Tim)









