KLIKINAJA – Pemerintah Kota Sungai Penuh mulai menggerakkan persiapan serius untuk aksi penanaman pohon serentak yang akan di gelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Jambi. Rencana tersebut di bahas dalam rapat koordinasi lintas instansi yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (26/1/2026) kemarin.
Rapat yang di mulai sekitar pukul 10.30 WIB itu dipimpin Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, SE, MM. Ia menegaskan bahwa program penghijauan ini di arahkan sebagai upaya jangka panjang memperbaiki kualitas lingkungan kota, bukan sekadar agenda tahunan.
“Penanaman pohon ini tidak ingin kami jadikan sekadar kegiatan seremonial. Targetnya jelas, memperbaiki kualitas lingkungan dan mencegah kerusakan alam sejak dini, terutama di titik-titik rawan,” ujar Alpian.
Forum tersebut di hadiri berbagai unsur strategis, mulai dari staf ahli pemerintah daerah, perwakilan TNI dari Koramil 417-06/Sungai Penuh, Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, hingga jajaran kepala SKPD dan para camat. Perwakilan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) juga turut memberikan masukan terkait aspek konservasi.
Kapten Inf Nasrul dari Koramil 417-06/Sungai Penuh menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penuh kegiatan di lapangan, termasuk membantu proses penanaman dan pengamanan lokasi. Ia menilai penghijauan menjadi salah satu langkah konkret mengurangi risiko bencana alam di wilayah perkotaan.
“Kami siap terlibat langsung di lapangan, mulai dari pengamanan sampai membantu proses penanaman. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam di wilayah Sungai Penuh,” kata Nasrul.
Sementara itu, perwakilan Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Faisal Hidayat, S.H., menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar program lingkungan tidak berhenti sebagai agenda sesaat.
“Kolaborasi antar instansi menjadi kunci agar program lingkungan ini berkelanjutan. Harapannya, gerakan menanam pohon bisa tumbuh menjadi kesadaran bersama masyarakat,” ujarnya.
Pemetaan Lokasi yang Membutuhkan Penghijauan
Dalam rapat tersebut, peserta membahas pemetaan lokasi yang membutuhkan penghijauan, jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi wilayah, hingga pembagian peran setiap instansi agar pelaksanaan berjalan efektif.
Keterlibatan TNKS di nilai strategis karena Kota Sungai Penuh berada di kawasan penyangga ekosistem hutan konservasi. Penguatan ruang hijau di wilayah permukiman di harapkan mampu menekan kerusakan lingkungan sekaligus menjaga keseimbangan alam.
Program tanam pohon serentak ini juga menjadi respons atas meningkatnya ancaman perubahan iklim, banjir, dan longsor yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Jambi dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui gerakan ini, Pemerintah Kota Sungai Penuh menargetkan tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat untuk merawat lingkungan sebagai bagian dari pembangunan kota yang berkelanjutan.(Tim)









