Kasus DBD di Kerinci Naik, Lingkungan dan Mobilitas Disorot

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Kerinci. Sepanjang tahun 2025, jumlah warga yang terserang penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti menunjukkan tren naik di bandingkan periode sebelumnya.

Data resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci mencatat, pada 2024 terdapat 96 kasus DBD. Angka tersebut bertambah menjadi 107 kasus di sepanjang 2025, atau meningkat 11 kasus dalam satu tahun kalender.

Kenaikan ini di nilai sebagai sinyal bahwa ancaman DBD belum sepenuhnya terkendali. Wilayah dengan kepadatan permukiman dan sistem drainase yang kurang optimal masih menjadi titik rawan penularan, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermizan, menyebut kondisi lingkungan memiliki peran besar dalam lonjakan tersebut.

Baca Juga :  Ledakan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, 54 Orang Terluka

“Masih banyak genangan air di sekitar rumah warga, saluran air yang tidak lancar, hingga barang bekas yang dibiarkan terbuka. Semua itu menjadi tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak,” kata Hermizan.

Ia menambahkan, perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi faktor kunci yang belum sepenuhnya berjalan konsisten.

“Selama sumber perkembangbiakan nyamuk masih ada, risiko penularan akan terus berulang,” ujarnya.

Awal 2026, Kasus Baru Mulai Muncul

Memasuki awal 2026, kasus DBD kembali ditemukan di Kerinci. Hingga awal Februari, Dinas Kesehatan mencatat sedikitnya sembilan kasus baru, dengan wilayah Kerinci bagian tengah menjadi daerah dengan jumlah penderita terbanyak.

Menurut Hermizan, meningkatnya mobilitas warga turut mempercepat penyebaran virus dengue, terutama saat musim hujan.

“Curah hujan yang tinggi membuat genangan air lebih mudah terbentuk, sementara aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. Kombinasi ini perlu di waspadai bersama,” tuturnya, Minggu (8/2/2026).

Baca Juga :  Gempa 5,2 Magnitudo Guncang Mukomuko, Terasa Hingga Sungai Penuh dan Kerinci

Ia menegaskan, pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan tindakan fogging. Peran aktif masyarakat tetap menjadi fondasi utama dalam menekan angka penularan.

“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Tanpa pemberantasan sarang nyamuk, kasus akan terus berulang,” kata Hermizan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci kembali mengimbau warga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara disiplin. Menguras dan menutup tempat penampungan air, membersihkan pekarangan, serta memantau jentik nyamuk di lingkungan rumah di nilai masih sebagai langkah paling efektif dan berkelanjutan.

Upaya sederhana tersebut, jika di lakukan serentak dan rutin, diyakini mampu menekan laju penyebaran DBD sekaligus melindungi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.(Tim)

Berita Terkait

Polisi Perketat Pengawasan BBM, PETI di TNKS Disorot
PRC Satpol PP Batang Hari Intensif Awasi Geng Motor Jelang Ramadan
Gotong Royong Akbar Sungai Penuh, Wali Kota Ajak Warga Jaga Tradisi
Cuaca Ekstrem Dorong Risiko DBD, Kota Jambi Tingkatkan Kewaspadaan
Rutan Sungai Penuh Overkapasitas, Dihuni 218 Warga Binaan
Luas Sawah Merangin Naik 11 Persen, Ketahanan Pangan Diperkuat
RSUD Kerinci Masuk Prioritas Nasional, Naik Kelas 2026
Gubernur Jambi Dorong Lahirnya Generasi Berdaya Saing Global
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:00 WIB

Kasus DBD di Kerinci Naik, Lingkungan dan Mobilitas Disorot

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:08 WIB

Polisi Perketat Pengawasan BBM, PETI di TNKS Disorot

Minggu, 8 Februari 2026 - 16:00 WIB

PRC Satpol PP Batang Hari Intensif Awasi Geng Motor Jelang Ramadan

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:00 WIB

Cuaca Ekstrem Dorong Risiko DBD, Kota Jambi Tingkatkan Kewaspadaan

Minggu, 8 Februari 2026 - 13:00 WIB

Rutan Sungai Penuh Overkapasitas, Dihuni 218 Warga Binaan

Berita Terbaru

Bisnis

Honda BeAT Connected 125 2026 Hadir, Mesin Naik Kelas

Minggu, 8 Feb 2026 - 18:26 WIB

Daerah

Polisi Perketat Pengawasan BBM, PETI di TNKS Disorot

Minggu, 8 Feb 2026 - 17:08 WIB