KLIKINAJA – Kabar soal saldo DANA gratis hanya dengan menonton drama China mendadak ramai di perbincangkan. Informasi itu menyebar cepat melalui grup WhatsApp dan media sosial dalam beberapa hari terakhir, memicu rasa penasaran sekaligus harapan mendapatkan uang tambahan tanpa modal besar.
Dalam pesan berantai yang beredar, di sebutkan bahwa pengguna cukup mengunduh aplikasi tertentu, lalu menonton beberapa episode drama China setiap hari. Dari aktivitas tersebut, pengguna dijanjikan poin yang di klaim bisa di tukar menjadi saldo dompet digital DANA.
Nilai saldo yang di tawarkan pun tidak tanggung-tanggung. Ada yang menyebut bisa memperoleh Rp50 ribu hingga Rp300 ribu setelah memenuhi target durasi menonton. Bahkan, pesan tersebut menyatakan pencairan dana dapat di lakukan hanya dalam hitungan hari.
Skema Iming-Iming Uang Instan
Di balik tawaran yang terlihat mudah itu, muncul kekhawatiran. Sejumlah warga mulai mempertanyakan keamanan aplikasi yang di maksud, terutama karena tidak ada penjelasan resmi mengenai perusahaan pengelolanya.
Beberapa pola serupa sebelumnya di ketahui meminta pengguna mengisi data pribadi, memasukkan kode OTP, atau menyetor sejumlah uang dengan alasan verifikasi akun sebelum pencairan saldo dilakukan. Cara seperti ini kerap menjadi pintu masuk penipuan digital.
Waspadai Risiko dan Cek Legalitas Aplikasi
Praktisi keamanan digital menyarankan langkah sederhana sebelum tergiur tawaran saldo gratis. Kode OTP tidak boleh di bagikan kepada siapa pun. Tautan mencurigakan sebaiknya di hindari. Ulasan aplikasi di toko resmi perlu di periksa dengan cermat. Identitas perusahaan dan izin operasional harus jelas sebelum pengguna memutuskan bergabung.
Fenomena iming-iming saldo gratis sebenarnya bukan hal baru, tawaran serupa kerap muncul dengan pola yang hampir sama: janji keuntungan cepat, tugas sederhana, dan klaim pencairan instan. Dalam banyak kasus, aplikasi tersebut menghilang setelah pengguna mengumpulkan poin dalam jumlah besar, atau akun justru mengalami penyalahgunaan.
Perkembangan teknologi memang membuka peluang penghasilan dari platform digital, termasuk melalui sistem reward berbasis iklan atau tontonan. Namun platform resmi umumnya memiliki mekanisme transparan dan syarat yang masuk akal, tanpa meminta data sensitif secara sembarangan.(Tim)









