KLIKINAJA – Kesehatan mata sering kali baru di sadari saat gangguan mulai terasa. Padahal, menjaga penglihatan bisa di mulai dari langkah sederhana: memilih asupan yang tepat setiap hari. Di tengah meningkatnya durasi menatap layar ponsel dan komputer, kebutuhan nutrisi untuk mata menjadi semakin relevan.
Berbagai penelitian menunjukkan, buah yang kaya vitamin dan antioksidan berperan besar dalam merawat fungsi retina, memperlambat penuaan sel mata, serta menekan risiko penyakit seperti katarak dan degenerasi makula. Artinya, apa yang di konsumsi hari ini berpengaruh pada kualitas penglihatan di masa mendatang.
Lalu, buah apa saja yang di rekomendasikan dan bagaimana cara kerjanya?
Wortel dan Vitamin A untuk Retina
Wortel di kenal luas sebagai sahabat mata. Kandungan beta-karoten di dalamnya di ubah tubuh menjadi vitamin A, zat gizi yang di butuhkan retina untuk menangkap cahaya secara optimal.
Kekurangan vitamin A dapat memicu rabun senja hingga masalah pada kornea. Rutin mengonsumsi wortel, baik dalam bentuk jus maupun campuran sayur, membantu menjaga kelembapan serta ketajaman penglihatan, terutama bagi pekerja yang sehari-hari berhadapan dengan layar digital.
Blueberry dan Perlindungan Antioksidan
Buah berwarna ungu gelap ini menyimpan antosianin, antioksidan yang bekerja melindungi sel retina dari stres oksidatif. Radikal bebas yang menumpuk dalam tubuh dapat mempercepat kerusakan jaringan mata.
Sejumlah studi juga mengaitkan konsumsi blueberry dengan penurunan risiko degenerasi makula terkait usia. Sirkulasi darah ke area mata pun di yakini menjadi lebih lancar sehingga suplai oksigen tetap terjaga.
Jeruk dan Buah Sitrus Kaya Vitamin C
Jeruk, lemon, dan keluarga sitrus lainnya mengandung vitamin C dalam kadar tinggi. Nutrisi ini membantu menjaga kesehatan pembuluh darah kecil di mata sekaligus memperlambat proses kekeruhan lensa.
Asupan vitamin C yang cukup dikaitkan dengan risiko katarak yang lebih rendah. Mengonsumsi buah sitrus segar setiap hari menjadi cara sederhana untuk merawat kejernihan penglihatan.
Alpukat dan Lutein Penangkal Cahaya Biru
Alpukat bukan hanya sumber lemak sehat, tetapi juga kaya lutein dan zeaxanthin. Dua senyawa ini di kenal mampu menyaring paparan cahaya biru berlebih yang banyak di pancarkan perangkat elektronik.
Lemak baik dalam alpukat juga membantu penyerapan vitamin larut lemak seperti A dan E. Kombinasi ini membuat alpukat efektif mendukung kesehatan mata dalam jangka panjang.
Pepaya, Buah Tropis Penjaga Jaringan Mata
Pepaya mengandung vitamin A dan C sekaligus. Perpaduan keduanya berfungsi menjaga daya tahan jaringan mata serta mendukung kerja retina.
Di sisi lain, pepaya membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik, yang berdampak pada penyerapan nutrisi secara optimal di dalam tubuh.
Nutrisi Penting untuk Menjaga Penglihatan
Agar fungsi mata tetap maksimal, tubuh memerlukan sejumlah zat gizi utama, seperti Vitamin A, C, E, Lutein dan Zeaxanthin dan Omega-3.
Buah dan sayuran berwarna cerah umumnya menjadi sumber terbaik karena kandungan antioksidannya tinggi. Pola makan seimbang dengan variasi warna alami pada piring makan menjadi indikator sederhana kecukupan nutrisi.
Kesehatan mata sejatinya tidak berdiri sendiri. Faktor usia, paparan sinar ultraviolet, kebiasaan merokok, serta penyakit kronis seperti diabetes ikut memengaruhi risiko gangguan penglihatan. Itulah sebabnya pendekatan menyeluruh di perlukan bukan sekadar mengandalkan satu jenis makanan.
Pemeriksaan mata rutin setidaknya setahun sekali membantu mendeteksi gangguan sejak dini. Mengatur jarak pandang saat menggunakan gawai dan memberi waktu istirahat pada mata setiap 20 menit juga di anjurkan oleh banyak tenaga medis.
Mata bekerja tanpa henti sejak kita bangun hingga terlelap. Memberinya nutrisi yang tepat adalah bentuk investasi kesehatan jangka panjang yang sering kali luput di perhatikan.(Tim)









